
"Kau saja yang bertemu dengan
mereka Nin"
Setelah mengatakan hal tersebut
Giandra bangkit dari tempat duduknya dan langsung menyambar kunci mobilnya di
meja.
"Mas katakan kepadaku mas mau
kemana?"
Anindita segera meraih lengan
Giandra begitu Giandra akan keluar dari ruangan.
"Lepaskan aku!"
Mata Giandra memerah menahan marah
ketika mengucapkan hal tersebut kepada Anindita,saat ini pikiran Giandra hanya
tertuju kepada satu orang saja yang membuatnya sampai seperti itu.
“Mas Giandra,mas mau ketemu siapa
mas?”
Anindita kembali berteriak kepada
Giandra,namun Giandra sudah semakin menjauh dari Anindita,Anindita pada
akhirnya hanya bisa melihat punggung Giandra yang kini sudah menghilang di
balik mobilnya,Anindita dapat melihat Giandra akan mengendarai mobil tersebut
dengan kencang.
“Sebenarnya siapa mas Giandra yang
sampai membuatmu seperti ini”
Hal tersebut yang pada akhirnya
hanya bisa dikatakan oleh Anindita saat Anindita hari ini melihat kelakuan dari
Giandra.
Giandra yang sekarang telah sampai
di gerbang rumah nya segera meminta para penjaga membuka gerbang tersebut.
“Hei buka,lamban sekali kalian
__ADS_1
bekerjanya!”
Giandra berteriak dari dalam mobil
kepada beberapa penjaga gerbang di dalam rumahnya tersebut,setelah pintu
gerbang terbuka Giandra segera melajukan mobilnya dengan kencang untuk masuk ke
dalam halaman depan rumahnya sendiri.
Giandra turun dari dalam mobil dan
membanting pintu mobil tersebut dengan sangat kencang tanda bahwa saat ini
Giandra sedang marah.
“Amanda Joyodiningrat dimana kau,ayo
cepat turun”
Begitu Giandra masuk Giandra
langsung berteriak dengan sangat kencang memanggil- manggil nama Amanda.
“Mas ada apa?kenapa mas Giandra
berteriak kencang sekali?”
Amanda menjawab Giandra dari lantai
Amanda tidak mau untuk turun.
“Turun!!”
Giandra kembali berteriak dan di
saat itulah Amanda langsung turun untuk menghampiri Giandra.
“Mas sudah pulang? Ada apa mas?”
“Katakan kepadaku siapa yang
menyuruh mu untuk sembarangan menerima tamu di dalam rumah ku?”
Giandra mengatakan hal tersebut
sambil maju mendekat ke arah Amanda’
“Apa maksud mas Giandra?”
“Dasar perempuan murahan,masih pura –pura
tidak mengerti,untuk apa dokter itu datang ke rumah ini?”
Sakit hati Amanda ketika Amanda
__ADS_1
ketika Giandra menyebutnya wanita murahan.
“Dia Jonas mas Giandra dia sahabat
aku,dan dia punya nama”
“Satu lagi aku bukan wanita
murahan,mas Giandra yang telah memperkosa aku!”
Dengan berani Amanda mendekati
Giandra dan membisikkan semua kata –kata tersebut ke telingga Giandra.
“Jadi tolong jangan campuri urusan
pribadi aku,apa mas Giandra cemburu?”
Deg
Perkataan Amanda membuat wajah
Giandra semakin memerah,Giandra jelas tidak akan mengakui kepada Amanda tentang
perasaan yang sebenarnya terjadi saat ini di dalam dirinya.
“Cih tidak mungkin aku cemburu
kepada mu gadis kampungan”
“Ya sudah untuk apa mas Giandra
mengurusi aku?semua yang mas lakukan terhadap bapak ku sudah aku bayar dengan
tubuh ku,apa yang mas lakukan padaku malam itu sudah cukup untuk semuanya,jadi
aku tidak mau mas Giandra mengurusi urusan pribadi ku “
Amanda mengatakan hal tersebut
dengan sangat berani,entah hari ini dia mendapatkan kekuatan darimana,namun
semua hal yang kini berhasil dia katakan membuat hatinya sedikit lega.
“Minggir!”
Dan pada akhirnya hanya satu kata
tersebut yang keluar dari mulut Giandra.
“Minggir aku bilang,hari ini aku
akan kembali ke rumah orang tua seperti yang mereka minta”
Amanda langsung mengambil beberapa
__ADS_1
langkah agar tidak menghalangi jalan Giandra.