
Tidak Nin,masih kurang lama di banding kan jika aku menunggu Giandra hahaha"
Canda Aditya mampu membuat Anindita tersenyum dan langsung duduk di hadapan Aditya.
"Mas tumben mengajak aku nongkrong siang?"
"Iya Nin aku sedang suntuk"
"Suntuk? ada apa mas Adit?"
Anindita yang sudah duduk bersiap untuk mendengarkan curahan hati daripada Aditya.
"Ya pasien di Unit Gawat Darurat dari semalam sangatlah banyak,jadi aku harus lembur sampai siang ini"
"Ah jadi seperti itu,mas Adit belum pulang ke rumah siang ini?"
Aditya menatap Anindita dan pada akhirnya menggelengkan kepalanya.
"Belum Nin,lapar,ngantuk jadi satu,tapi enggak pingin pulang ke rumah"
"Loh kenapa mas kok udah lapar,ngantuk tapi malah memutuskan untuk nongkrong di cafe shop ini?"?
"Soalnya kalau pulang ke rumah Ibu ku selalu menanyakan sesuatu hal yang akhir -akhir ini sedang malas aku dengarkan"
"Oh seperti itu,memang apa yang Ibu mas Adit tanyakan sampai mas Adit seperti nya menghindar dan tak mau pulang?"
"Ibu selalu menanyakan kapan aku menikah Nin"
Anindita langsung terdiam dengan perkataan dari Aditya.
__ADS_1
"Hmm jadi hal itu yang Ibu mas Aditya tanyakan?"
"Iya Nin"
"Hmm wajar sih mas kalau orang tua bertanya seperti itu,usia - usia seperti kita ini memang sudah waktunya untuk membina hubungan ke jenjang yang lebih serius"
Anindita mengatakan hal tersebut dengan santai sambil mengambil beberapa roti bakar yang sudah tersaji di hadapan matanya.
"Ya sih,kalau kamu apakah ke dua orang tua mu sering juga menanyakan hal itu Nin?"
Anindita langsung terdiam dengan perkataan dari Aditya.
"Mas,kan orang tua ku sudah meninggal"
Deg
Aditya hampir melupakan jika ke dua orang tuan Anindita sudah meninggal.
Aditya mengatakan hal tersebut dengan wajahnya yang khawatir jika Anindita pada akhirnya marah kepadanya.
"Mas tidak perlu khawatir aku sangat mengerti apa yang mas maksud kan,tadi aku hanya bercanda kok"
Anindita mengatakan hal tersebut sambil tersenyum kepada Aditya.
"Ya ampun Nin,aku kira kau akan menangis dan marah gara - gara perkataan ku tadi,aku takut sekali"
Aditya mengatakan hal tersebut sambil mengusap kepalanya yang tidak gatal.
"Hahaha,mas Adit lucu"
__ADS_1
"Lucu?"
"Iya Lucu,lucu kalau sedang ketakutan begini"
Anindita kembali tersenyum melihat Aditya yang kini ketakutan jika Anindita marah dengan pertanyaan nya tadi.
"Issst,kamu itu loh Nin"
Aditya mengatakan hal tersebut sambil mengenggam tangan Anindita.
"Nin"
"Ya mas"
"Boleh mas hari ini berbicara serius kepada Anindita?"
"Boleh mas,tapi haruskah dengan memegang tangan Anindita seperti ini?"
Anindita mengatakan hal tersebut sambil menunjuk gengganman tangan Aditya yang begitu erat kepada tangan kanan nya.
"Ya harus Nin"
"Baiklah,katakan saja mas"
"Nin, seperti tadi yang mas ceritakan kepada mu,mas bukanlah laki -laki dengan sejuta rayuan gombal,mas cuma mau bilang Anindita mau gak jadi nyonya Aditya?"
Deg
Perkataan Aditya yang tanpa sensor tersebut membuat Anindita sangat kaget.
__ADS_1
"Mas kan ngomong nya sudah,sekarang lepaskan tangan mas Aditya dulu yah"