
Ayo turun wanita tulalit"
Giandra membisikkan hal tersebut ketelingga Amanda dan detik itu juga wajah Amanda berubah menjadi merah padam.
"Mas Giandra bisa tidak mengatakan hal tersebut tidak dekat - dekat seperti ini"
"Karena kau tulalit maka aku akan seperti ini jika tidak akan mengatakan hal tersebut kepada mu, Kenapa kau tidak suka?"
"Jika aku jawab tidak suka,maka Mas Giandra akan menjadi kembali,aku tidak peduli bukan begitu?jadi percuma saja aku menjawab nya"
Giandra tersenyum dengan semua jawaban dari Giandra.
"Tumben kau tidak tulalit dalam hal ini"
"Mas Manda bukan gadis tulalit"
"Siapa peduli,ayo turun"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil membuka pintu mobil dan turun dari dalam.
"Selamat pagi mas Giandra"
Seorang wanita paruh baya menyambut kedatangan Giandra dan juga Amanda.
"Dimana Bapak dan Ibu bi?"
"Nyonya dan tuan ada di ruang tengah mas Giandra"
Sang wanita paruh baya tersebut mengatakan hal itu sambil menuntun Giandra dan Amanda masuk ke dalam ruang tengah.
__ADS_1
"Pak,bu"
Giandra melihat ke dua orang tuanya sedang duduk santai dengan Anindita.
"Kemari Giandra"
Sang Bapak memanggil Giandra,dan Giandra datang untuk mendekat ke arah mereka.
"Pak,bu perkenalkan ini Amanda"
Giandra mulai memperkenalkan Amanda kepada ke dua orang tuanya.
"Jadi ini putri kandung Surjono?"
Deg
Amanda langsung terdiam ketika Ibu dari Amanda menyebut nama Ayahnya dengan kencang.
Sang Ibu dari Giandra segera bangkit dari tempat duduknya untuk mendekat ke arah Amanda,Ibu dari Giandra memandang Amanda dari atas sampai bawah dengan penuh selidik.
"Kau tau bapak mu sedang hangat sekali di bicarakan di gosip -gosip televisi"
Ibunda Giandra mengatakan hal tersebut sambil mencibir ke arah Amanda, Amanda hanya bisa menundukkan wajahnya ketika Ibunda dari Giandra menatapnya dengan tatapan menghina.
"Kau pasti jual diri dengan anak ku,itu sebabnya anak ku mau menjadi Pencara pribadi mu"
Deg
Perkataan Ibunda Giandra sangat mengguncang hati Amanda.
__ADS_1
"Cukup bu,jika Ibu dan Bapak memanggil Giandra hanya untuk hal seperti ini, alangkah baiknya Giandra pulang saja"
Giandra mengatakan perkataan tegas tersebut di depan semua orang yang saat ini berada di ruang tengah.
"Pak,Bu jangan seperti itu terhadap mbak Amanda,yuk kita makan dulu,ayo mas Giandra"
Anindita segera menggiring mereka semua ke meja makan.
"Nin ini belum jam makan siang"
Ibu Giandra kembali mengatakan hal tersebut kepada Anindita.
"Anindita tau bu,tapi kita bisa masak bersama di dapur untuk makan siang,mbak Amanda ini jago masak seperti Ibu loh,kalau ada dua wanita yang jago masak pasti makanannya tambah enak"
Anindita tersenyum kepada semua orang, Anindita berusaha untuk mencairkan suasana yang semakin tegang.
"Ya sudah,ayo tunggu apa lagi,biar bapak tunggu dengan Giandra di ruang tengah kalian masak bersama untuk kita"
"Setuju,ayo mbak Amanda"
Anindita menarik tangan Amanda untuk berjalan menuju dapur.
"Mbak Anindita maaf"
"Maaf untuk apa mbak?"
"Kehadiran Manda tidak di inginkan disini"
"Tidak boleh berpikir seperti itu mbak Amanda, bapak dan ibu itu kaget saja mbak"
__ADS_1
"Kaget kenapa mbak?"
"Selama ini kan mas Giandra itu terkenal dingin dengan semua wanita,terus tiba - tiba bapak dan ibu mendapatkan kabar jika mas Giandra tinggal satu rumah dengan mbak Amanda"