
Iya Nin,indah sekali tempat ini"
"Mas Giandra sendiri loh mbak yang mencari tempat ini"
Anindita mengatakan hal tersebut sambil menyentuh pundak Amanda.
"Mas Giandra?"
"Iya,mas Giandra itu sibuk menghubungi beberapa villa untuk acara ini,bahkan untuk kebayak yang mbak pakai nanti semua desain nya dari mas Giandra"
"Mas Giandra yang melakukan ini ?"
"Iya mbak Amanda"
"Apakah tidak ada yang membantu nya Nin?"
"Mbak,tau sendiri mas Giandra itu orangnya perfect jadi aku ataupun Ibu tidak bisa menyentuh setiap apapun yang menjadi pilihan nya"
Amanda terdiam dengan semua hal yang saat ini diceritakan oleh Anindita,dia tidak menyangka jika Giandra bisa melakukan semuanya ini seorang diri.
"Ayo masuk ke dalam mbak"
Anindita mengajak Amanda masuk ke dalam villa tersebut dan begitu Amanda masuk Amanda melihat satu sosok laki-laki paruh baya sedang berbincang dengan ke dua orang run Amanda.
"Pak de,pak de Rahmat"
__ADS_1
Begitu Amanda sadar akan sosok laki-laki paruh baya tersebut Amanda langsung berlari menghampiri dan memeluk laki -laki paruh baya tersebut.
"Nduk,maafkan pak de baru bisa datang,bapak sedang ada urusan ke Kalimantan beberapa bulan,jadi tidak bisa menemani mu"
"Pak de tau darimana kalau Manda mau menikah?"
"Lah yah mas Giandra yang memberitahukan kepada pak de,mas Giandra yang meminta pak de pulang dan menjadi pendamping mempelai wanita di dalam pemberkatan nanti"
"Pak de,Manda kangen,Manda kangen"
Amanda terus mengatakan hal tersebut sambil tidak melepaskan pelukannya..
"Wes to nduk,apa kamu ndak malu di lihatin banyak orang?"
"Maafkan Amanda Nin,pak,bu"
"Gapapa mbak Amanda namanya juga lama tidak ketemu keluarga"
"Anindita betul Manda"
"Ayo mbak Amanda,mbak Amanda kan harus di pingit"
Anindita menggandeng tangan Amanda dan mengajak Amanda masuk ke dalam kamar, pandangan mata Amanda melihat ke sekeliling namun Amanda tidak menemukan siapa orang yang dia cari saat ini.
"Cari siapa mbak? mas Giandra? mas Giandra tidak ada di dalam villa ini,itu mas Giandra ada disana sedang menghabiskan malam lajang bersama mas Aditya,mas Nico dan Rian"
__ADS_1
Anindita mengatakan hal tersebut sambil menunjuk satu villa yang ada di sebelah villa mereka.
"Cie,cie yang kangen nya tambah berat,sabar besok habis pemberkatan mbak Manda sama mas Giandra akan di tempatkan di satu kamar pengantin"
Anindita mengatakan hal tersebut sambil tertawa di hadapan Amanda.
"Apa sih Nin"
"Paham kok paham,ayo mbak"
"Ayo kemana?"
"Ke kamar yang satu lagi,mbak Amanda harus menjalani perawatan wajib ala putri keraton sebelum menikah"
Tanpa butuh persetujuan Amanda, Anindita langsung menarik Amanda masuk ke dalam salah satu kamar yang paling besar,dan begitu Amanda masuk ke dalam terlihat aneka macam perawatan telah di siapkan mulai dari ratus,lulur hingga banyak macamnya, Anindita menarik Amanda untuk mengikuti semua perawatan tersebut.
Sementara itu di tempat Giandra.
"Jadi besok kau sudah mantap mengakhiri petualangan cinta mu Giandra?"
Nico sahabat Giandra dan juga seorang aparat menanyakan hal tersebut kepada Giandra.
"Aku menikahi dia karena status saja Nico"
"Aku tidak mau tau,yang jelas kau telah kalah dari taruhan kita"
__ADS_1