PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
ANINDITA KEMBALI


__ADS_3

Giandra tersenyum dengan segala pemikiran nya pada malam hari ini, dengan wajah penuh pemikiran yang menguntungkan itu dia terus mengemudikan mobil nya untuk pulang ke rumah, dan tanpa disadari nya Giandra sebentar lagi akan masuk dalam sebuah permainan panjang dari sebuah cerita misteri satu keluarga berdarah biru tersebut.


Sesampainya di rumah Giandra melihat semua orang sudah tidur dan dia segera naik ke lantai atas ke dalam kamarnya, segera setelah itu Giandra membuka kembali Laptop nya, dan dia meletakkan begitu saja berkas yang berisi tentang kasus Pak Dharma di atas meja, karena saat ini dia lebih tertarik dengan kasus dari Amanda Joyodiningrat.


Giandra mulai membuka semua cerita tentang keluarga Joyodiningrat yang beredar di media sosial, mulai dari kekayaan mereka sampai pada akhirnya Giandra bertanya di dalam hati tidak ada foto Amanda Joyodiningrat di dalam foto keluarga mereka.


"Kenapa gadis itu tidak ada di dalam foto keluarga darah biru ini? apakah keluarga tersebut betul - betul tidak menganggap kehadiran nya lagi"


Giandra terus mencari - cari media sosial dari masing-masing anggota keluarga Joyodiningrat tersebut sampai pada satu artikel lama yang menyebutkan tentang sebuah pembatalan pernikahan Amanda Joyodiningrat dengan laki-laki bernama Prasetya dan tak beberapa lama kemudian laki-laki tersebut menikah dengan Citra Joyodiningrat yang tak lain adalah kakak dari Amanda Joyodiningrat.


"Sungguh sangat menarik, ternyata gadis tersebut dikhianati oleh kakaknya sendiri, dan pernah mengalami kegagalan menjelang pernikahan nya"


Giandra tersenyum menemukan artikel lama tersebut, kini dia tah akan memulai darimana untuk kasus Joyodiningrat tersebut.


"Esok hari setelah aku menyelesaikan semua pekerjaan ku, aku akan kembali ke rumah pribadi dan menanyakan langsung kepada semua gadis tersebut sebenarnya apa yang sudah terjadi"


Setelah Giandra berkata demikian, Giandra menutup semua berkas-berkas nya, menutup semua media sosial nya dan bergerak menuju tempat tidur,rasa lelah yang menerpa Giandra tengah malam ini membuat dirinya tidak sempat membersihkan dirinya namun langsung begitu saja terlelap tak berdaya di atas tempat tidurnya.


Malam berganti dengan pagi dan hari ini Giandra sudah bangun lebih pagi karena tujuan utama Giandra kembali ke rumah utama adalah untuk membujuk Anindita kembali menjadi asisten pribadinya.


Setelah Giandra selesai mandi dan memakai baju yang rapi, Giandra segera turun ke meja makan untuk bertemu dengan Anindita dan orang tuanya.


"Pagi Ayah, Ibu dan Anindita "


Giandra datang lalu duduk di kursi dan menyapa semua anggota keluarga yang hadir di ruangan tersebut.

__ADS_1


" Tumben kau pulang ke rumah anak ku"


Ibunda dari Giandra tersenyum melihat kehadiran anak nya itu pagi ini di meja makan dan sarapan bersama dengan mereka, karena biasanya Giandra adalah sosok laki-laki yang sangat sibuk sehingga Giandra jarang memiliki waktu untuk bersama dengan keluarga nya.


"Pasti Mas Giandra ada maunya itu Ibu"


Terdengar suara Anindita yang sekarang bersuara di hadapan ke dua orang tuanya, jika tidak dalam rangka membujuk Anindita untuk kembali bekerja, mungkin Giandra sudah ingin menjawab perkataan Anindita tersebut.


"Apa betul yang dikatakan adik mu itu Gian"


Kini berganti sang Ayah menatap anak laki-laki nya tersebut.


"Iya Ayah,sebenarnya aku ingin kembali mengajak Anindita untuk bekerja dengan ku, karena saat ini aku sangat membutuhkan asisten pribadi yang bisa membantu setiap pekerjaan ku"


"Kalau aku tidak mau gimana Mas"


"Iya Mas memang selalu seperti itu kepadaku, itu sebabnya aku tidak mau lagi bekerja dengan Mas Giandra"


Sekali lagi Giandra mencoba untuk bersikap sabar Kepada Anindita, karena Giandra merasa bahwa misinya belum berhasil untuk membujuk Anindita kembali lagi bekerja dengan dirinya.


"Nin ayok lah Nin bantu Mas"


"Tidak ya tidak"


Anindita berkata seperti itu sambil sibuk menguyah roti tawar nya dan sedikit demi sedikit Anindita mulai melirik wajah Giandra, Anindita ingin melihat apakah ada betul - betul ada penyesalan di dalam wajah tersebut.

__ADS_1


Dan Giandra yang sudah mengenal akan sifat Anindita dan Giandra yang sudah tau jika saat ini dia sedang diperhatikan oleh Anindita mencoba untuk memasang wajah se sedih mungkin agar bisa membuat hati Anindita luluh.


"Anin sayang sudah bantulah Mas mu, dia sedang kesusahan untuk mencari asisten pribadi, Mas mu itu memilih kamu ya Karena mungkin cuma kamu yang dapat mengerti tabiat nya yang seperti itu"


Kata - kata dari Ibu Giandra sepertinya akan sukses dalam membantu usaha Giandra dalam membujuk Anindita kembali lagi.


"Tapi Bu Mas Giandra itu selalu marah-marah dengan Anin, seakan - akan Anin adalah pelampiasan akan kemarahan nya"


"Giandra jangan seperti itu lagi terhadap adik mu ya, jika kau ingin dia membantumu kembali kau tidak boleh kasar kepada nya"


Dan kali ini sang Ayah ikut berbicara kepada Giandra, rasanya Giandra ingin segera kabur dari sarapan di pagi ini, namun dia masih mencoba untuk bertahan dan itu semua dilakukannya untuk membujuk lagi Anindita.


"Baiklah Ayah, Ibu Giandra tidak akan mengulangi lagi apa yang sudah Giandra lakukan pada Anindita, kali ini Ayah dan Ibu adalah saksi dari ucapan Giandra "


Giandra mencoba untuk tetap tersenyum dan memohon kepada Anindita untuk dapat membantu nya.


" Nah Anin itu Mas mu wes janji sama kamu gak bakalan kasar, jadi Ibu pikir kenapa kamu gak bantuin Mas mu lagi"


Dan kembali perkataan Ibu Giandra pada akhirnya dapat membuat luluh hati Anindita.


"Baiklah, karena Mas Giandra juga sudah berjanji tidak akan melakukan hal tersebut, jadi sekarang aku bersedia bekerja di tempat Mas Giandra lagi, tunggu ya Mas aku siap - siap kita berangkat ke kantor bersama - sama


"Terima kasih adik ku yang cantik "


Dan pada akhirnya Giandra sukses untuk membujuk Anindita kembali berkerja dengan dirinya dengan begitu dia bisa lebih memiliki waktu untuk menangani kasus Amanda Joyodiningrat.

__ADS_1


Dengan kembalinya Anindita yang juga seorang Pengacara disisi Giandra dia dapat meringankan beban Giandra dalam menghadapi beberapa klien nya yang memang hanya ingin ditangani oleh Pengacara wanita saja, dan itu terkadang sungguh merepotkan untuk Giandra.


"Baiklah Nin sampai beberapa jam pun Mas akan tunggu kamu untuk bersiap - siap"


__ADS_2