PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
KAU JAHAT!


__ADS_3

"Ya aku tau ungkapan ini,tapi ini berbeda dengan kasus ku hahaha"


"Ya sudah bagaimana kalau kita bertaruh?"


"Bertaruh dalam hal apa dulu?"


"Bertaruh apakah pada akhirnya kau jatuh cinta pada gadis itu atau tidak"


"Ayo dengan senang hati, karena aku yakin aku tidak akan jatuh cinta pada gadis tersebut"


"Baik aku juga akan mengajak Aditya untuk ikut bertaruh"


"Dengan senang hati,ajak semua yang ingin kau ajak untuk bertaruh,maka aku akan siap"


Giandra tersenyum kepada Nico,dia begitu yakin jika dia tidak mungkin jatuh cinta pada Amanda itu sebabnya dengan berani Giandra mengatakan semua hal tersebut.


"Apa hadiah nya jika aku pemenang di dalam pertaruhan ini?"


"Liburan ke Maldives itu yang akan aku berikan kepada mu"


Dengan sombong Giandra mengatakan hal tersebut kepada Nico.


"Lalu jika aku yang menang,apa yang akan kau berikan kepada ku Nico?"


Nico tersenyum dengan pertanyaan dari Giandra.


"Satu unit villa ku yang berada di puncak akan menjadi milik mu"


"Deal"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil menjabat tangan Nico.


"Baiklah kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi,aku harus pergi,kau suka sekali mengundang ku dadakan"


Nico mengatakan hal tersebut sambil menepuk- nepuk bahu Giandra dan berjalan untuk meninggalkan ruangan Giandra.


"Nico, Aditya kalian yakin akan bertaruh dengan ku? kalian akan menyesal dengan perkataan kalian sendiri"


Giandra kembali tersenyum, tersenyum dengan penuh keyakinan bahwa dia tidak akan mungkin mencintai Amanda.


Hari ini Giandra melewati semua pekerjaan nya dengan baik dan masih mempersiapkan berkas - berkas untuk pembelaan bapak Surjono.


"Nin kau pulang saja dulu"


Giandra mengatakan hal tersebut ketika Anindita membuka pintu ruangannya bersiap untuk mengajak Giandra pulang.


"Mas Giandra mau kemana?"


"Aku ada urusan,pulanglah terlebih dahulu"

__ADS_1


"Mas mau ke jalan Melati lagi?"


Tatapan Anindita penuh selidik ketika Giandra tidak mau diajaknya untuk pulang.


"Bukan urusan mu Nin,mas mau kemana,lebih baik kau segera pulang dan menemani Ibu di rumah"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil mengusap kepala Anindita.


"Tapi mas"


"Sssssst,aku pergi dulu"


Giandra segera mengambil kunci mobil dan langsung meninggalkan ruangan tersebut tanpa peduli lagi terhadap Anindita yang kita hanya bisa menatap kepergian nya saja.


"Mas,apakah aku perlu mengungkapkan isi hati ku kepada mu,agae kau tau perasaan ku yang sebenarnya?"


Anindita yang kini hanya bisa terdiam menatap kepergian dari Giandra hanya bisa mengatakan hal tersebut,dengan langkah yang gontai Anindita melangkahkan kaki ke parkiran mobil sendirian.


"Selamat datang kembali mas Giandra"


Suara satu wanita menyapa Giandra yang baru saja datang ke cafe O,dan tentunya wanita tersebut sudah tidak asing lagi bagi Giandra.


"Diana aku sudah menepati janji ku terhadap mu kan"


"Ya,ya mas duduk lah,mas Giandra mau pesan makan apa?"


"Baik,mbak nasi sapo tahu satu,mie goreng ayam satu,minum nya dua orange jus"


"Baik mbak Diana"


Salah satu pelayan mengatakan hal itu kepada Diana yang sudah terbiasa berkunjung ke cafe tersebut.


"Aku mau ke toilet dulu"


Giandra mengatakan hal tersebut kepada Anindita dan langsung pergi ke arah toilet.


"Mas Giandra aku menginginkan malam yang penuh gairah dengan mu,dan obat ini akan menjadi obat yang bisa menjadikan malam kami lebih indah"


Diana memasukkan obat tersebut ke minuman Giandra dan tersenyum membayangkan tentang malam Indahnya nanti.


"Wah cepat juga makanan dan minuman ini sudah datang"


Tanpa butuh waktu lama Giandra yang sedang kelaparan segera melahap makanan yang sudah berada di depan nya tersebut.


Sebentar lagi obatnya pasti bekerja.


Diana mengatakan hal tersebut di dalam hati dan ikut menikmati makan malam hari ini.


"Hallo,ah pak Jaya, baiklah saya akan segera ke tempat bapak untuk mengambil berkas tersebut"

__ADS_1


Saat Giandra sedang asyik makan tiba - tiba dia menerima panggilan dari ponselnya.


"Diana maafkan,aku harus segera pergi karena ada urusan penting"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil menghabiskan sisa minuman yang masih ada.


"Tapi mas"


"Lain kali kita bisa bertemu lagi"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil berlalu dari hadapan Diana,Diana yang melihat kepergian Giandra yang tiba - tiba hanya bisa mengucapkan sumpah serapah kepada Giandra.


"Sial minuman apa yang telah Diana berikan kepada ku"


Selesai dengan urusan nya Giandra merasa ada hal yang aneh mulai menjalar ke seluruh tubuhnya, Giandra mulai mengendurkan dasi dan kemejanya, wajahnya mulai memerah,dengan penuh perjuangan Giandra tetap mengemudikan mobilnya sampai ke rumah.


"Selamat malam mas Giandra"


Satu suara lembut dari seorang gadis saat ini sedang menyambut kedatangan Giandra,tubuh Giandra yang mulai bergetar hebat langsung menarik lengan Amanda.


"Ikut aku,ayo!!"


Giandra menarik Amanda untuk masuk ke dalam kamarnya di lantai dua, Giandra melemparkan tubuh Amanda di atas kasus nya.


"Kau harus membantu ku malam ini,suka tidak suka kau harus melakukan dengan ku"


Giandra memegang ke dua tangan Amanda dan mulai mencumbu Amanda.


"Lepaskan aku mas Giandra, lepaskan aku!"


Amanda berusaha memberontak, saat Giandra berhasil membuka kancing - kancing baju Amanda, Amanda terus memberontak namun kekuatan nya tidak akan sebanding dengan kekuatan dari Giandra.


Dengan penuh ***** Giandra terus mencumbu Amanda, Amanda hanya menangis histeris ketika Giandra pada akhirnya berhasil melepaskan semua pakaian nya,kini tubuh polosnya sudah berada di dalam cengkraman Giandra.


"Mas aku mohon jangan,jangan lakukan ini mas"


Amanda masih menangis dan masih memohon agar Giandra tidak melakukan penyatuannya kepada Amanda,namun apa yang dikatakan Amanda rupanya tidak masuk ke dalam telingga Giandra,dengan kekuatan penuh Giandra melakukan penyatuannya terhadap Amanda.


Amanda menjerit kesakitan,mencengkram pundak Giandra kuat - kuat,Amanda menangis histeris karena pada malam hari ini sesuatu hal yang sangat dia jaga, sesuatu hal yang sangat berharga telah di ambil oleh laki - laki asing yang saat ini masih mencengkramnya.


Tanpa ampun Giandra melakukan penyatuan tersebut kepada Amanda,mata Giandra sudah gelap,dia tidak peduli terhadap air mata Amanda yang terus mengalir saat semua tubuh nya di cumbu oleh Giandra.


Kekuatan Amanda untuk memberontak sudah habis, sehingga di bawah kendali Giandra pada malam hari ini Amanda hanya bisa menangis.


Sakit ini sakit,aku kotor,aku benci kau Giandra Wijaya,kau jahat,kau Iblis.


Setelah Giandra selesai dengan gairahnya Giandra langsung tertidur memeluk Amanda dan tidak peduli terhadap Amanda yang masih menangis akibat segala sesuatu pemaksaan yang telah dilakukan oleh Giandra padanya di malam hari ini.


Sepanjang malam pada akhirnya Amanda hanya tenggelam di dalam tangisan nya.

__ADS_1


__ADS_2