
Ya mas, aku ingin jawaban yang jujur dari mas Giandra, agar aku bisa memiliki keyakinan dalam membantu mas Giandra nanti."
Dengan menarik nafasnya dalam - dalam Giandra pada akhirnya mencoba untuk menjawab pertanyaan Anindita.
"Baiklah Nin, aku akan menjawab nya dengan jujur, aku akan menyingkirkan semua ego ku untuk aku bisa menjawab nya."
"Katakan mas Giandra, aku ingin mendengarkan semuanya."
"Ya Nin, aku sangat mencintai Amanda, kau tau alasan aku yang sebenarnya melakukan hal ini?"
Anindita langsung menggeleng gelengkan kepala saat Giandra mengatakan hal tersebut kepadanya
"Karena Diana mengatakan jika aku tidak mencintainya, dan hal itu yang membuatnya pergi."
"Jadi sekarang mas Giandra ingin membuktikan kepada mbak Amanda bahwa semua hal tersebut tidak benar?"
"Kau benar Nin."
"Baiklah aku akan membantu mas Giandra."
"Terima kasih Nin."
Anindita tersenyum dengan semua hal yang dikatakan oleh Giandra.
"Jika tidak ada hal yang lainnya, aku boleh untuk pergi dari sini mas?"
"Tentu saja Nin."
__ADS_1
Dan setelah mengatakan hal tersebut Anindita beranjak dari tempat duduknya dan kembali ke ruangan.
"Maafkan Anin mas Giandra yang merekam semua pembicaraan ini tanpa sepengetahuan mas Giandra."
Anindita mengeluarkan ponsel yang dia pakai untuk merekam Giandra.
"Sempurna, jika di butuhkan pada saatnya nanti aku akan mengeluarkan barang ini untuk mbak Amanda."
Anindita tersenyum dengan semua hal yang telah dilakukan nya sendiri, dan setelah itu Anindita kembali mengerjakan semua pekerjaan nya.
Hari yang terus berganti membuat Amanda mulai mengalami morning sickness dan saat itu terjadi Amanda hanya sendiri tanpa di dampingi oleh Giandra.
"Mbak Amanda apakah mbak yakin jika semuanya baik - baik saja?"
"Iya bi tidak apa - apa."
"Baiklah mbak bibi tinggal yah mbak."
"Iya bi."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Amanda kembali menghadapi semuanya sendiri.
"Aku harus kuat, ya aku harus kuat."
Amanda mengatasi semuanya seorang diri.
"Bi Amanda ada dimana?"
__ADS_1
Jonas yang hari sedang tidak praktek datang untuk mengunjungi Amanda.
"Mbak Amanda di kamar mandi, mas Jonas mbak Amanda sejak tadi muntah terus."
"Ah terima kasih untuk infonya bi."
Begitu Jonas mendengarkan hal tersebut Jonas langsung berlari ke arah kamar mandi dan melihat keadaan Amanda yang masih berkutat dengan perutnya.
"Bagaimana rasanya apakah sudah lebih baik dengan kau mengeluarkan semua ini?"
"Iya, Nas apakah semua wanita mengalami hal ini ketika mereka hamil?"
"Hampir semua mengalami hal ini, apalagi jika mereka masih hamil muda."
"Ah seperti itu, rasanya perut ku seperti di aduk - aduk dengan mesin penggiling yang besar."
Jonas tersenyum dengan ungkapan yang di katakan oleh Amanda.
"Ya sudah sekarang lebih baik kau istirahat lagi saja, aku akan menyiapkan sarapan pagi untuk mu, bagaimana?"
"Terima kasih Nas, nanti boleh aku sambil menonton televisi? hari ini adalah pembacaan keputusan sidang untuk bapak."
"Ya tentu kau boleh sarapan dengan menonton televisi, aku akan menemani mu Manda."
"Terima kasih Jonas."
Setelah mengatakan hal tersebut Amanda duduk di depan televisi sambil menunggu jonas menyiapkan sarapan pagi untuknya.
__ADS_1
Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘