PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
AKU AKAN MENJADI ISTRI YANG BAIK


__ADS_3

Giandra dan ke dua orang tuanya pada akhirnya keluar dari dalam penjara.


"Giandra kembali ke kantor dulu ya pak,bu"


"Nanti dulu Giandra,hari ini aku sudah meminta Anindita untuk menjemput Amanda ke rumah"


"Untuk apa bu?"


"Kau ini bagaimana sih,ya untuk makan bersama dong,ayo Anindita dan Amanda sudah sampai di restoran"


"Haruskah Giandra ikut?"


"Ikut akan lebih baik nak"


Sang bapak mengatakan hal tersebut sambil menepuk-nepuk bahu Giandra,dan pada akhirnya Giandra mengikuti perkataan ke dua orang tuanya untuk ikut ke restoran.


"Pak,bu bagaimana hasilnya"


Sesampainya di restoran Anindita langsung menyambut Giandra dan keluarga dengan pertanyaan tersebut.


"Aman Nin,bapak Surjono sudah menyetujui pernikahan Giandra dan mbak Amanda"

__ADS_1


"Syukurlah bu"


Anindita mengatakan hal tersebut sambil mempersilahkan ke dua orang tua Giandra untuk duduk dan memesan makanan, sedangkan Giandra duduk di sebelah Amanda dan berlagak dingin.


"Bapak senang pada akhirnya putra bapak yang terkenal dingin dengan wanita ini menikah,mbak Amanda sebentar lagi mbak Amanda akan menjadi bagian dari keluarga kami,mulai sekarang panggil kami dengan dengan sebutan bapak dan ibu saja seperti Giandra juga memanggil kami,betul kan bu?"


"Betul pak,kamu akan menjadi menantu wanita ku satu -satu nya,karena kami tidak memiliki anak laki-laki lagi kecuali Giandra"


Amanda sangat tersentuh dengan kehangatan keluarga yang diberikan oleh keluarga Giandra, Amanda tidak menyangka jika ke dua orang tua laki-laki dingin ini begitu baik berbeda dengan anaknya yang sering menyakiti hatinya dengan kata -kata yang pedas.


"Terima kasih bapak,Ibu Manda sungguh sangat beruntung bisa masuk ke dalam keluarga yang bisa menerima keadaan Manda apa ada nya"


"Semua orang pernah mengalami proses hidup mbak Amanda,jadi kita tidak boleh menjadi Hakim atas orang lain, karena itu bukanlah hal kita,selamat datang di keluarga Wijaya yah mbak Manda"


Hari ini terjadi pembicaraan yang hangat di tengah - tengah makan siang yang membuat Amanda sedikit melupakan kesedihan nya.


"Giandra sebelum kembali ke kantor,jangan lupa antarkan dulu Amanda,bapak,Ibu dan akan naik mobil Anindita saja"


"Tidak kau saja yang mengantarkan Amanda Nin?"


Anindita tersenyum dan langsung menggelengkan kepalanya, Giandra hanya bisa mendengus kesal, Giandra yang sebenarnya sedang menghindari untuk berduaan dengan Amanda pada akhirnya terpaksa harus mengantarkan kembali Amanda ke rumahnya.

__ADS_1


"Mas Giandra"


"Hmmm"


"Pernikahan kita nanti pasti pernikahan tersembunyi kan,dan itu akan dilangsungkan dimana mas?"


"Puncak"


"Di rumah siapa?"


"Villa"


"Berapa orang yang hadir mas?"


"Bawel,nanti kau juga tau sendiri"


Deg


Perkataan Giandra langsung membuat Amanda terdiam dan memilih untuk tetap diam sampai mobil Giandra masuk ke dalam halaman rumah.


"Sudah sampai cepat keluar!"

__ADS_1


Amanda memandang calon suaminya tersebut.


"Mas,Manda tau mas Giandra menikah dengan Manda bukan atas dasar cinta,namun satu hal yang perlu mas tau,jika nanti Manda sudah resmi menjadi istri sah mas Giandra, Amanda akan menjadi istri yang baik untuk mas Giandra dan melayani mas Giandra dengan baik,tanpa pernah peduli lagi perasaan mas Giandra sebenarnya seperti apa kepada Manda"


__ADS_2