
Kau benar sekali Nas, baiklah esok hari aku mau kau ajak berkeliling desa ini."
"Asyik hahaha, Man hari sudah makin gelap aku permisi pulang dulu yah."
"Silahkan pak dokter Jonas"
Amanda mengatakan hal tersebut kepada Jonas dan setelah Amanda mengatakan hal tersebut, Jonas segera berdiri dari tempat duduknya dan dengan perlahan menghilang dari pandangan Amanda.
Sejenak saat kehadiran Jonas Amanda merasakan tidak kesepian, namun saat Jonas kembali pulang di saat inilah rasa sepi itu mulai kembali datang lagi.
"Mas Giandra sekarang sudah malam, apa yang mas Giandra sedang lakukan?"
Amanda mengatakan hal tersebut dengan murung, tubuhnya memang berada di kota Magelang namun tidak dengan hati dan jiwanya yang sampai saat ini masih berada di sebelah Giandra.
Sementara itu di kediaman Giandra pada malam hari ini.
"Selamat malam mas Giandra."
Begitu membuka pintu rumah, Giandra yang hari ini memilih untuk lembur sehingga pulang larut malam, begitu masuk ke dalam rumah melihat satu sosok wanita yang saat ini sedang tidak ingin dia temui.
__ADS_1
"Kau! untuk apa kau kemari ha!"
Giandra mengatakan hal tersebut kepada Diana yang pada malam hari ini datang ke rumah Giandra.
"Tentu saja untuk menemani mas tidur, Diana yakin mas saat ini sedang kesepian."
Dengan cepat Diana memeluk erat tubuh Giandra sambil mengatakan hal tersebut.
"Lepaskan tangan kotor mu dari tubuh ku Diana!"
Giandra menyentakkan tangan Diana agar pergi lebih menjauh dari dirinya.
Dengan suara keras Diana mengatakan hal tersebut kepada Giandra.
"Dengarkan aku Diana, dan aku berharap kau tidak tuli! mau kau cinta masa kecil ku, mau kau mantan kekasih atau apapun, aku tidak mencintai mu, jadi sekarang kau pergi dari sini dan ingat jangan pernah sekali - kalinya kau muncul di hadapan ku!"
Dengan suara yang nyaring Giandra mengatakan hal tersebut kepada Diana.
"Mas kau jahat! aku bersumpah suatu saat kau akan mengemis cinta kepada ku dan kau akan bertekuk lutut di hadapan ku!"
__ADS_1
Diana dengan marah mengeluarkan sumpah serapahnya kepada Giandra.
"Aku bilang pergi! sebelum kesabaran ku habis!"
Giandra kembali berteriak kepada Diana saat Giandra mengatakan hal tersebut.
Dengan hati yang marah Diana langsung berlari keluar dari kediaman rumah Giandra.
"Astaga, malam- malam seperti ini, ada saja yang membuat ku menjadi lebih gila."
Giandra mengatakan hal tersebut sambil duduk di sofa yang berada di ruang tamu.
Tangan Giandra menutup wajah dan sesekali mengacak - acak rambutnya yang tidak gatal.
"Aku tidak bisa seperti ini terus, cinta masa kecil ku se akan - akan menjadi duri dalam daging antara aku dan Amanda."
Giandra kembali mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri.
"Dan aku sama sekali belum pernah menyelidiki tentang Diana, apakah dia betul - betul wanita yang pernah aku cari, selama ini aku terlalu sibuk dengan banyak hal sehingga tidak dapat memikirkan hal ini, dan pada akhirnya ini semua menjadi boomerang dengan ledakan yang di rasakan oleh Amanda, astaga aku baru menyadarin nya sekarang setelah Amanda meninggalkan aku "
__ADS_1
Hai, hai terima kasih sudah membaaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘