PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
KENAPA KAU MASIH BAIK?


__ADS_3

Kebahagiaan ku itu adalah Amanda Nin, namun kebahagiaan ku itu sudah hilang, hilang tanpa aku mengetahui secara pasti kenapa sampai saat ini dia pergi meninggalkan ku.


Hal tersebut yang bisa Giandra katakan di dalam hatinya saat Giandra mengingat tentang Amanda, wanita yang saat ini betul - betul sudah masuk ke dalam relung hatinya yang paling terdalam.


”Tapi mas Giandra tidak perlu memikirkan mbak Amanda lagi, karena buktinya mbak Amanda tidak mencari mas Giandra."


"Aku yakin Amanda pasti memiliki alasan khusus untuk hal ini, tapi entahlah Nin apakah aku masih bisa mempertahankan pernikahan ini sampai maut memisahkan."


"Sudah mas, sebaiknya mas Giandra beristirahat dulu saja, urusan mbak Amanda Mari kita selesaikan setelah keadaan mas Giandra membaik."


Giandra hanya bisa menganggukan kepalanya dan pasrah kepada keadaan, saat ini untuk memikirkan kehidupan selanjutnya saja Giandra masih belum yakin, apalagi memikirkan hubungan nya dengan Amanda.


"Bagaimana Nin?"


Begitu keluar kamar Giandra Anindita sudah di sambut oleh Aditya.


"Sesuai prediksi ku mas Adit."


Anindita mengatakan hal tersebut sambil menatap ke arah Aditya, sedangkan Aditya yang sudah mengerti arah tatapan Anindita hanya bisa menganggukan kepalanya saja.

__ADS_1


"Ya, tidak ada yang bisa kita lakukan lagi Nin."


"Ada yang bisa kita lakukan."


Deg


Satu suara membuat Anindita dan Aditya langsung memalingkan wajahnya kepada satu suara tersebut.


"Ibu, sejak kapan Ibu ada disini?"


"Baru sebentar Nin, Ibu mendengarkan semua pembicaraan kalian, dan Ibu adalah satu - satunya orang yang akan melarang Giandra kembali kepada Amanda, apapun akan Ibu lakukan untuk hal ini."


Deg


"Bu, apakah ini tidak berlebihan?"


"Tidak akan ada yang berlebihan, termasuk memindahkan Giandra ke Singapura, termasuk memindahkan semua izin tinggal kita di Negara ini, dengan begitu Amanda akan sulit untuk melacak jejak Giandra dan pada akhirnya mereka akan berpisah dengan sendiri nya, ingat Ibu tidak akan membiarkan anak laki - laki Ibu menderita oleh satu wanita yang seperti Amanda, wanita anak haram keluarga Joyodiningrat."


Setelah mengatakan hal tersebut Ibu langsung masuk ke dalam ruang rawat Giandra, sedangkan Anindita dan Aditya hanya saling pandang menatap kepergian Ibu.

__ADS_1


"Mas bagaimana?"


"Sudah, kita serahkan saja pada Tuhan, ini sudah bukan wewenang kita lagi."


Aditya mengatakan hal tersebut kepada Anindita sambil menepuk - nepuk pundak nya untuk memberikan kekuatan.


Sementara itu di bandara Adisucipto Jogya


"Hei kenapa ngelamun Manda?"


Hari ini Jonas dan Amanda memutuskan untuk kembali ke kota J, dan Jonas yang melihat Amanda melamun langsung menegur nya.


"Nas katakan kepada ku kenapa sampai sekarang kau masih berada di dekat ku? dan membantu ku?"


Amanda mengatakan hal tersebut sambil menerima minuman yang di berikan Jonas di ruang tunggu.


"Kenapa kau mengatakan hal itu Manda?"


"Aku hanya tidak ingin memberikan mu harapan palsu Nas, aku sudah pernah menolak mu, karena aku sudah berkeluarga, jadi aku tidak ingin memberikan harapan palsu kepada ku, karena sampai kapan pun aku tetap masih istri sah mas Giandra.

__ADS_1


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘


__ADS_2