
Bi, jangan ceritakan masalah ini kepada bapak dan Ibu ya bi."
"Ya mbak Anindita."
Anindita mengatakan hal tersebut kepada bibi dengan berlari ke arah mobil.
"Mbak Amanda aku tau kemana mbak Amanda pergi, tunggu ya mbak Anindita susul mbak Amanda kesana."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Anindita mengemudikan mobilnya keluar dari pintu gerbang menuju ke jalan.
Sementara itu kini Giandra telah sampai di apartment Diana.
Dengan langkah cepat Giandra segera keluar dari dalam mobil nya.
Giandra berlari ke lift pribadi yang langsung menghubungkan dengan kamar Diana, kedekatan Giandra dan Diana membuat Giandra ikut memiliki akses pribadi yang langsung ke kamar Diana.
"Diana, Diana, Diana dimana kau hah?"
Begitu masuk ke dalam apartment Diana, Giandra mencari Diana dengan cara berteriak.
"Ada apa mas Giandra kenapa mas Giandra pagi - pagi ini sudah datang kemari?"
Diana yang berdiri di pintu kamar dengan baju tidurnya yang seksi mulai menyapa kedatangan Giandra.
__ADS_1
"Kemari kau!"
Giandra langsung menarik tubuh Diana dengan kasar.
"Lepaskan aku mas!"
Diana yang kaget dengan perlakuan Giandra langsung meminta untuk di lepaskan.
"Katakan kepada ku apa saja yang telah kau katakan kepada Amanda?"
Dengan pandangan mata yang tajam karena kemarahan, Giandra mencengkram tangan Diana dan mengatakan hal tersebut kepada Diana.
"Lepaskan Diana, jika Diana tidak di lepaskan maka Diana tidak akan menceritakan apapun kepada mas Giandra!"
Dan dengan kasar pada akhirnya Giandra melemparkan tubuh Diana di atas sofa.
"Arrrrh sakit mas Giandra!"
"Sekarang katakan dengan cepat apa saja yang telah kau katakan kepada Amanda!"
Masih dengan kekuatan penuh Giandra mengatakan hal tersebut kepada Diana.
"Diana hanya mengatakan kebenaran yang Diana ketahui, Diana hanya mengatakan bahwa mas Giandra sering bermalam bersama Diana, Diana hanya mengatakan jika mas Giandra gemar bermain dengan wanita malam di jalan Melati dan terakhir Giandra hanya mengatakan bahwa Diana adalah cinta masa kecil mas Giandra dan hanya Diana yang mas Giandra cintai.
__ADS_1
Deg
Semua perkataan Diana membuat Giandra marah, dengan cepat Giandra melayang kan tamparan ke pipi Diana.
"Ini sebagai hukuman karena kau bicara yang tidak - tidak."
"Hal yang tidak - tidak mas bilang, ini bukan hal yang penuh ke bohongan mas, ini semua adalah kenyataannya."
Diana yang telah di tampar oleh Giandra mencoba untuk mengatakan hal tersebut dengan lebih berani lagi.
"Mas Giandra yang salah, mas Giandra tidak pernah jujur kepada wanita itu, mas Giandra kan hanya mencintai Diana, jadi semua yang Diana katakan itu tidak ada salah."
Dengan penuh keberanian Diana mengatakan hal tersebut kepada Giandra.
"Mas, Diana ini adalah Poooh teman masa kecil mas Giandra, apakah mas Giandra tega memperlakukan Diana seperti ini mas!"
Diana mengatakan hal tersebut sambil berteriak.
"Kau, dengarkan aku!"
Giandra yang kini sudah dapat menguasai emosinya segera kembali menghampiri Diana.
"Mau kau teman masa kecil ku, mau kau adalah cinta masa kecilku, dan mau siapapun itu aku tidak akan pernah peduli kepada mu, karena mu bukan wanita yang aku cintai."
__ADS_1
Hai, hai terima kasih sudah membaaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘