
Kasus ini ya kasus ini sudah semakin jelas, lihat saja sebentar lagi aku akan menemukan dalang di balik kematian nyonya Joyodiningrat."
Giandra mengatakan hal tersebut sambil menyandarkan kepalanya di atas kursi, satu per satu misteri mulai terlihat dengan jelas di hadapan Giandra membuat Giandra pada akhirnya sedikit demi sedikit mulai memiliki titik terang terhadap kasus Joyodiningrat.
"Ah daripada aku berada disini lebih baik aku melihat dia yang sedang menyiapkan barang - barang untuk kepergian ku ke Surabaya."
Setelah mengatakan hal tersebut Giandra segera beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruang kerja untuk menghampiri Amanda yang sedang menyiapkan semua hal yang Giandra butuhkan untuk berangkat esok hari ke Surabaya.
Begitu sampai di depan kamar Giandra melihat Amanda sedang serius untuk mempersiapkan semua barang yang akan di bawa Giandra ke Surabaya esok hari.
"Bagaimana sudah siap semuanya?"
Amanda yang mendengar suara yang sudah mulai dia kenal segera menoleh dan begitu Amanda menoleh sudah ada Giandra yang berada di belakangnya.
"Ya mas ini sudah siap"
"Ayo tidur aku ngantuk sekali"
Setelah mengatakan hal tersebut Giandra segera merebahkan diri di atas kasur.
"Mas tidak mau aku buatkan makan malam?"
"Masih kenyang, tadi kan kita makan sore"
Giandra mengatakan hal tersebut tanpa menoleh ke arah Amanda, Amanda berjalan ke arah jendela dan begitu membuka jendela Amanda bisa merasakan hawa dingin malam hari yang mulai masuk ke dalam kamar mereka.
"Woi, tutup jendela nya!"
__ADS_1
Giandra langsung berteriak ketika Amanda mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Iya mas sebentar yah, Amanda mau lihat langit"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil melihat langit dari jendela.
"Lihat langit kok dari jendela"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil bangkit dari tempat tidurnya dan langsung menghampiri Amanda.
"Sini!"
Dan setelah mengatakan hal tersebut Giandra langsung meraih tangan Amanda dan mengajak Amanda menuju ke balkon kamar.
"Kau lupa kamar ini ada balkon nya ha?"
Amanda yang kini berada di balkon kamar langsung terdiam dan langsung melihat ke atas langit.
Amanda tidak lagi memperdulikan pertanyaan Giandra, namun kini Amanda langsung menarik tangan Giandra untuk mengajak Giandra melihat langit.
"Iya aku tau banyak bintang terus ada apa dengan bintang?"
"Mas ada bintang jatuh, ayo doa"
"Doa? aneh - aneh saja kau!"
"Issst mas katanya kalau ada bintang jatuh dan kita minta satu permohonan maka permohonan kita akan di kabulkan, ayo mas mau minta apa?"
__ADS_1
Tatapan Amanda kini melekat erat di mata Giandra.
"Aku tidak percaya apapun soal ini"
"Ya udah Manda mau minta sesuatu"
Dan seketika itu juga Amanda memejamkan mata, Giandra melihat kelakuan istrinya tersebut sambil tersenyum.
Sungguh kau lucu sekali.
Dan seperti biasa Giandra hanya bisa mengatakan hal tersebut di dalam hatinya saja.
"Selesai!"
Dan tepat di saat yang sama Amanda membuka mata dan mengatakan hal tersebut kepada Giandra.
"Ayo masuk dingin!"
"Tapi mas itu bintang masih banyak!"
"Masuk aku bilang!"
"Tapi mas"
"Perkataan ku pantang untuk di bantah!"
Dan dengan wajah yang di tekuk Amanda pads akhirnya mengikuti langkah kaki Giandra untuk masuk kembali ke dalam kamar mereka.
__ADS_1
"Ini sudah masuk ke dalam kamar mas"
"Tutup pintu balkon nya sekarang"