PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
TEMANI AKU ANINDITA


__ADS_3

"Sudah sampai cepat keluar!"


Amanda memandang calon suaminya tersebut.


"Mas,Manda tau mas Giandra menikah dengan Manda bukan atas dasar cinta,namun satu hal yang perlu mas tau,jika nanti Manda sudah resmi menjadi istri sah mas Giandra Amanda akan menjadi istri yang baik untuk mas Giandra dan melayani mas Giandra dengan baik,Tampa pernah peduli lagi perasaan mas Giandra sebenarnya seperti apa kepada Manda"


Amanda mengatakan hal tersebut kepada Giandra dan Giandra berpura -pura untuk tidak mendengarkan perkataan Amanda.


"Hati -hati mas Giandra"


Setelah mengatakan hal tersebut Amanda turun dari dalam mobil dan Giandra langsung kembali melajukan mobilnya keluar pintu gerbang.


"Cih janji seorang wanita,mana mungkin aku percaya akan janji seperti itu"


Giandra mengatakan hal tersebut dengan pelan sambil terus mengemudikan mobilnya.


Sementara tak beberapa lama saat Amanda akan masuk ke dalam rumah datang satu mobil masuk ke dalam halaman rumah, Amanda mengamati mobil tersebut lalu keluarlah sosok laki-laki yang dia sudah sangat kenal.


"Hai Manda"

__ADS_1


Jonas mengatakan hal tersebut sambil melangkahkan kaki untuk mendekat ke arah Amanda.


"Hai Jon, tumben kau siang-siang datang kemari?"


"Iya Man,sudah selesai jam praktek di Rumah Sakit,jadi aku mampir kemari,ini aku bawakan makanan kesukaan mu"


Jonas mengeluarkan banyak permen cokelat dari dalam kantongnya dan memberikan permen tersebut kepada Amanda.


"Terima kasih Nas"


Seperti biasa Amanda selalu tersenyum ketika menerima permen cokelat pemberian Jonas.


"Bagaimana dengan kelanjutan sidang bapak Manda?"


"Ah seperti itu,semoga nanti hasil sidang merupakan sebuah keputusan yang terbaik yang akan diberikan oleh hakim yah Manda"


"Amin Nas"


"Baiklah,karena aku sudah melihat mu dan kau baik-baik saja,aku akan langsung pamit"

__ADS_1


"Hati -hati yah Nas"


"Pasti Manda"


Jonas mengatakan hal tersebut sambil tersenyum kepada Amanda dan langsung masuk ke dalam mobilnya,dengan perlahan Amanda melihat mobil Jonas yang semakin berlalu dari pandangan matanya.


"Jonas, sebentar lagi mungkin aku tidak bisa berteman dekat dengan mu lagi,wanita yang sudah menikah akan kurang baik jika terlalu dekat dengan sahabat laki-lakinya,itu bisa menimbulkan fitnah bagi orang banyak,aku harus mencari cara untuk menjelaskan hal ini kepada Jonas,ya harus agar Jonas tidak kecewa dengan perkataan ku nanti"


Amanda mengatakan hal tersebut dan masuk ke dalam kamarnya.


Sementara itu Anindita yang telah selesai mengantarkan ke dua orang tua Giandra memilih untuk tidak kembali ke kantor,namun memilih untuk memarkirkan mobilnya di salah satu coffee shop yang berada di pusat kota.


"Mas Adit,apakah mas Adit sudah lama menunggu ku?"


Begitu masuk ke dalam coffee shop tersebut sudah ada Aditya yang memang sejak tadi menunggu kedatangan Anindita, Aditya hari ini menghubungi Anindita untuk mengajak nya minum kopi di coffee shop kesukaan nya.


"Tidak Nin,masih kurang lama di banding kan jika aku menunggu Giandra hahaha"


Canda Aditya mampu membuat Anindita tersenyum dan langsung duduk di hadapan Aditya.

__ADS_1


"Mas tumben mengajak aku nongkrong siang?"


"Iya Nin aku sedang suntuk"


__ADS_2