
"Hanya dua pilihan pak?apakah ada pilihan ke tiga?"
Giandra sebenarnya agak keberatan dengan pilihan yang diberikan oleh orang tuanya tersebut,hatinya yang keberatan namun masih belum mau untuk mengakuinya.
"Tidak ada Giandra,hanya dua pilihan itu saja"
Giandra terdiam dengan semua hal yang saat ini dikatakan oleh ke dua orang tuanya tersebut.
"Baiklah Giandra memilih untuk Giandra yang keluar dari tempat tinggal Giandra dan kembali tinggal disini,biarkan dia tetap tinggal di rumah ku"
Giandra tersenyum kepada semua orang di meja makan tersebut.
"Baiklah,bapak hargai keputusan mu nak, kapan kau akan pindah?"
"Mungkin besok pak"
"Kenapa tidak malam ini saja mas Giandra?"
Anindita yang sejak tadi diam tiba - tiba kini kembali bersuara.
"Tidak Nin,mas tidak ada waktu itu pindahan"
"Manda bisa bantu mas Giandra untuk pindahan jika mas Giandra bersedia"
Amanda kini juga ikut bersuara dan karena semua pandangan kini tertuju kepada Giandra, Giandra segera mencari alasan yang tepat agar malam ini tetap berada disana.
"Hari ini aku ada pertemuan dengan beberapa orang Manda,mana mungkin kau kuat menunggu ku hingga larut malam?"
__ADS_1
Bilang saja mas Giandra tidak mau pindah dari rumah itu sekarang mas.
Amanda mengatakan hal tersebut di dalam hati dan Amanda hanya bisa menatap tajam Giandra yang kini memberikan senyum tipis kepada Amanda.
"Sudah,sudah bapak tidak akan memaksa mu untuk pindah kapan yang jelas lebih cepat akan lebih baik,kita semua menghindari gosip miring nak"
"Ya pak Giandra mengerti"
"Ya sudah ayo makan,ini makanan jangan di diamkan saja di atas meja"
Sang bapak kembali mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.
Hari itu terjadi sebuah kehangatan di dalam keluarga,Ibu Giandra yang pada awalnya tidak terlalu suka pada Amanda pada akhirnya sedikit demi sedikit mulai mengerti keadaan Amanda dan mulai akrab dengan Amanda.
"Manda"
"Kalau Manda butuh apa - apa jangan ragu untuk menghubungi Ibu ya"
Ibu Giandra mengatakan hal tersebut sambil mengantar Giandra dan Amanda untuk masuk ke dalam mobil.
"Pasti bu,terima kasih bu atas setiap perhatian nya kepada Amanda"
Amanda memeluk Ibu Giandra dan setelah itu segera masuk ke dalam mobil.
"Sampai jumpa besok pak"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil memeluk bapaknya dan segera setelah itu masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Hati -hati nak,jaga mbak Amanda dengan baik"
Giandra tersenyum dan hanya menganggukan kepalanya.
Mobil yang dikendari Giandra kini melaju perlahan meninggalkan rumah mewah ke dua orang tua Giandra.
"Pak bapak tadi ngobrol apa saja dengan Giandra?"
"Biasa bu urusan sesama laki-laki"
"Ah bapak,kalau lihat Giandra Ibu suka ingat waktu bapak muda,tegasnya,ceplas ceplosnya,semua gaya Giandra mirip bapak"
"Ya tentu dong bu,kan itu anak kita berdua"
Dua orang tua paruh baya itu tersenyum dengan semua hal yang kini mengingatkan mereka akan masa muda.
"Ayo bu,temani bapak istirahat"
Sang bapak menggandeng tangan Ibu untuk masuk ke dalam kamar.
Sementara itu Amanda dan Giandra yang kini berada di dalam mobil terdiam tanpa kata, Giandra sibuk memandang jalan dan Amanda sibuk bersenandung kecil.
"Berisik tau!"
Tiba -tiba kata-kata tersebut yang dikeluarkan oleh Giandra.
"Memang kedengaran yah mas Manda nyanyi?"
__ADS_1