PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
ANINDITA MARAH


__ADS_3

Anindita mengatakan hal itu sambil berlari menyusul Giandra yang sudah terlebih dahulu keluar dari dalam kamar Amanda.


Dan setelah Anindita dan Giandra keluar dari kamar Amanda, kini tinggal Amanda sendiri di dalam kamar tersebut.


Amanda langsung tersungkur, kakinya terlalu lemah untuk menahan tubuhnya, Amanda menangis dan terus menangis meratapi semua hal yang sudah dilakukan nya pada hari ini.


Mungkin didepan Giandra dan Anindita Amanda bisa untuk menahan semua, namun tidak demikian ketika mereka semua sudah pergi dari hadapan Amanda.


"Tuhan aku takut, aku takut jika Mas Giandra melakukan sesuatu kepadaku, namun saat ini aku tidak punya pilihan lain untuk tidak menyetujui surat perjanjian itu, Tuhan lindungi aku dalam setiap langkah selanjutnya dan juga tolong lindungi Ayah di dalam penjara hiks, hiks, hiks, berikan pembelaan mu kepada kami Tuhan "


Amanda terus menangis di dalam kesendirian, mungkin dihadapan semua orang dia bisa terlihat begitu tegar, namun semua itu runtuh ketika Amanda sedang berdoa dan menceritakan semua kesedihan nya di dalam doa, air mata nya yang tersimpan di hadapan orang banyak akan dikeluarkan di dalam setiap doa yang di panjatkan oleh Amanda.

__ADS_1


Sementara itu Giandra dan Anindita yang kini sudah di dalam mobil mengalami satu pertengkaran kecil akibat ulah Giandra kepada Manda yang dinilai Anindita cukup sangat keterlaluan.


"Mas, apakah Mas tidak bisa untuk menghargai wanita, Mas harus ingat Mas juga punya seorang Ibu dan aku yang saat berada di samping Mas Giandra juga seorang wanita, sikap Mas Giandra terhadap Mbak Amanda tadi sudah sangat keterlaluan Mas Giandra tega"


"Nin, kenapa kau begitu cerewet, kenapa kau tidak bisa diam ha? "


" Mas yang membuat aku tidak bisa diam"


"Namanya orang tadi itu Amanda Mas sebut namanya Amanda bukan orang itu, bukan orang tadi"


"Baik, baik Amanda kau mau tau kenapa aku begitu merendahkan dia dihadapan mu?"

__ADS_1


"Iya"


"Karena dia tidak punya harga diri, dia dengan gampang tanda tangan semua surat perjanjian ini tanpa mau untuk membacanya, karena dia tidak berjuang untuk mencoba membaca surat perjanjian ini dan karena dia akan melakukan segala cara demi membebaskan orang tuanya, bagaimana jika orang tua nya tetap terbukti bersalah?, bagaimana jika semua bukti memang mengarahkan kepada Ayah nya itu dan dia tetap dengan pendirian nya bahwa Ayah nya itu tidak bersalah dan tetap akan memberikan segalanya untuk tetap minta bantuan ku, apa salah tidak aku menganggapnya wanita murahan? "


" Salah Mas"


"Nin kenapa kau malah membela dia ha? "


" Iya aku sangat membela Mbak Amanda, karena perlu Mas Giandra tau tidak akan gampang menjadi Mbak Amanda"


"Kenapa begitu karena cobaan yang diterima Mbak Amanda itu banyak dari mulai dia harus di usia oleh keluarga besar, semua aset kekayaan Mbak Amanda di bekukan, mendapatkan Sangsi sosial bahwa dia adalah anak haram, anak hasil perselingkuhan dan masih banyak lagi, Mas Giandra itu terlalu kaku karena hanya melihat masalah dari satu sisi saja"

__ADS_1


"Tapi percuma saja aku berbicara dengan Mas Giandra, karena Mas adalah laki-laki yang dingin dan tidak pernah memiliki perasaan, Mas Giandra lupa akan sebuah kasih sayang antar sesama dan Mas Giandra sombong karena merasakan paling hebat "


__ADS_2