PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
GIANDRA PERGI KE DAPUR


__ADS_3

Terima kasih madam Gretta apa yang madam katakan ternyata benar,mas Giandra sangat mencintai cinta masa kecilnya tersebut,laki -laki yang pintar hukum namun begitu bodoh soal cinta"


Diana mengatakan hal tersebut sambil tersenyum,kini Diana memiliki banyak sekali rencana untuk bisa memiliki Giandra.


"Lihat saja aku pasti bisa mendapatkan mu mas Giandra"


Diana kembali tersenyum dengan semua hal yang saat ini sudah menjadi rencanannya.


Sementara itu Giandra yang kini berada di dalam mobil yang melajukan mobil tersebut dengan kecepatan tinggi.


"Mustahil jika Diana adalah wanita yang selama ini aku cari,tidak mungkin"


Giandra terus menggeleng - gelengkan kepalanya seakan tidak percaya jika wanita yang dia cari adalah seorang nona malam.


Giandra terus menerus menolak jika wanita yang dia cari adalah Diana sampai pada akhirnya mobil Giandra masuk ke dalam halaman kediaman pribadinya.


"Selamat malam mas Giandra"


Pak Giman seperti biasa menyambut kedatangan Giandra seorang diri.


"Pak Giman dimana wanita itu?"


Giandra mengamati dan mendapatkan Amanda tidak ada bersama dengan pak Giman.

__ADS_1


"Bukankah sore ini seharusnya dia sudah keluar dari Rumah Sakit?"


"Anu mas Giandra,mbak Amanda sudah tidur tadi pak Giman melihat badan mbak Amanda masih demam jadi pak Giman meminta mbak Amanda untuk tidur saja"


"Masih demam?kenapa masih demam sudah izinkan untuk pulang dari Rumah Sakit pak Giman?"


"Anu mas sebenarnya mas Aditya masih belum mengizinkan mbak Amanda untuk pulang"


"Lalu?"


"Mbak Amanda yang memaksa untuk pulang ke rumah ini mas"


"Kenapa dia memaksa untuk pulang jika dia belum sehat?"


"Anu mas kata mbak Amanda takut biaya Rumah Sakitnya nanti bertambah besar"


Giandra segera menaruh tasnya ke pak Giman dan naik ke atas,ke kamar Amanda, Giandra membuka pintu kamar tersebut dengan kunci cadangan dan kini melihat Amanda sudah tertidur, Giandra mendekat dan memegang kening Amanda.


"Memang kau masih demam gadis bodoh!"


Giandra kembali memegang kening Amanda dan diam sejenak di sisi tempat tidur Amanda.


"Astaga apa yang kau pikirkan Giandra,biarkan saja gadis ini dia yang meminta untuk pulang kan?"

__ADS_1


Giandra mengatakan hal tersebut dan berdiri dari tempat duduknya bersiap untuk keluar,namun sedetik kemudian Giandra kembali duduk lagi di sisi Amanda.


"Dasar Giandra, mungkin otak ku sudah rusak"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil menggendong tubuh Amanda.


"Mas mau kemana?"


Tiba - tiba Amanda terbangun dalam gendongan Giandra,namun suaranya terlalu lemah untuk mengatakan lebih dari itu.


"Diam dan ikuti aku"


Amanda pada akhirnya hanya bisa menganggukan kepalanya dan membiarkan Giandra mengangkat tubuhnya hingga menuju ke kamar pribadinya.


"Mas,badan Manda rasanya dingin sekali"


Saat Amanda sudah di letakan di tempat tidur,tangan Amanda memegang lengan Giandra dan mengatakan hal tersebut.


"Kau tidak kedinginan,tapi sekarang kau sedang demam tinggi"


"Tunggu disini dan jangan banyak bergerak,apa kau mengerti?"


Amanda menganggukan kepalanya terhadap Giandra, setelah mengatakan hal tersebut Giandra pergi ke dapur untuk mencari -cari barang yang dia butuhkan.

__ADS_1


"Astaga dimana aku harus mencari barang - barang ini?"


Seorang Giandra pengacara terkenal yang selama ini tidak pernah menginjakkan kakinya di dapur,pada malam hari ini datang ke dapur dan mencari perlengkapan untuk mengkompres,namun karena tidak pernah ke dapur Gian cukup kebingungan mencari perlengkapan tersebut.


__ADS_2