PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
AMANDA KESEPIAN


__ADS_3

Panjang Man jika ingin diceritakan, nanti malam setelah selesai tugas apakah aku boleh kemari lagi?"


"Tentu saja Jonas."


"Baiklah sekarang sekarang aku harus kembali ke puskesmas dulu."


"Ya, hati - hati ya Nas."


"Pasti Manda."


Jonas mengatakan hal tersebut sambil menghidupkan mesin motornya lagi.


"Sampai bertemu nanti malam ya Manda."


"Siap Jonas."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Jonas segera kembali ke puskesmas.


Amanda melihat Jonas yang dengan perlahan pada akhirnya tidak nampak lagi di dalam penglihatan nya.


Saat ini hati Amanda sedang merindukan sosok Giandra dan hal itulah yang terkadang membuat Amanda menjadi merasakan kesepian.


Malam hari di kota Magelang seperti janji, Jonas datang kembali ke rumah Amanda setelah semua urusan selesai.


"Sekarang ceritakan semuanya kepada ku."

__ADS_1


Dengan tenang Amanda duduk di depan Jonas yang sudah mulai meminum kopi yang dibuat oleh Amanda.


"Aku pindah tugas kemari Manda."


Amanda mengernyitkan dahi ketika Jonas mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Pindah tugas? atau kau yang ingin kemari Nas?"


Jonas terdiam ketika Amanda mulai kembali bertanya hal itu, di dalam hati Jonas ingin mengatakan bahwa sebenarnya dia patah hati akan penolakan Amanda dan hal tersebut yang membuat Jonas memutuskan untuk pergi ke kota Magelang.


"Ya Manda, ini semua adalah keinginan ku sendiri, aku menyukai kota Magelang dengan hawanya yang masih sejuk."


"Ah jadi seperti itu."


Amanda mengatakan hal tersebut sambil mengambil cangkir miliknya yang berisikan teh hangat.


Amanda langsung terdiam dengan semua hal yang kini dikatakan oleh Jonas kepadanya..


"Seperti kau, aku juga suka kota Magelang untuk itu aku memutuskan untuk berlibur kemari, kebetulan juga mas Giandra mengizinkan aku untuk berlibur jadi aku menggunakan kesempatan ini sebaik - baiknya."


Amanda mengatakan semua hal tersebut sambil tersenyum, namun ada satu kesedihan yang Jonas masih tetap rasakan dari Amanda.


"Kau sedang tidak berbohong kan Manda?"


"Tentu tidak Nas."

__ADS_1


Amanda berusaha untuk tetap menutupi apa yang sebenarnya terjadi kepada Jonas.


"Baiklah aku percaya kepada mu."


"Terima kasih kau memang sahabat terbaik yang aku miliki."


Jonas tersenyum dengan apa yang Amanda katakan kepadanya, kini Jonas harus bisa mulai terbiasa ketika Amanda hanya menganggap dirinya sebagai sahabat saja.


"Manda, besok kau mau ikut jalan - jalan?"


"Jalan - jalan kemana Nas?"


"Tidak jauh hanya di sekitar desa ini saja, aku yakin sejak kau datang kau pasti belum berkeliling bukan?"


Amanda langsung tersenyum dengan perkataan Jonas.


"Kau benar sekali Nas, baiklah esok hari aku mau kau ajak berkeliling desa ini."


"Asyik hahaha, Man hari sudah makin gelap aku permisi pulang dulu yah."


"Silahkan pak dokter Jonas"


Amanda mengatakan hal tersebut kepada Jonas dan setelah Amanda mengatakan hal tersebut, Jonas segera berdiri dari tempat duduknya dan dengan perlahan menghilang dari pandangan Amanda.


Sejenak saat kehadiran Jonas Amanda merasakan tidak kesepian, namun saat Jonas kembali pulang di saat inilah rasa sepi itu mulai kembali datang lagi.

__ADS_1


"Mas Giandra sekarang sudah malam, apa yang mas Giandra sedang lakukan?"


Hai, hai terima kasih sudah membaaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘


__ADS_2