PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
MAAFKAN


__ADS_3

Saat ini Jonas berusaha untuk mengerti apa yang di inginkan oleh Amanda, namun di satu sisi Jonas juga sedang berusaha untuk bisa mengerti apa yang di alami oleh Giandra.


"Manda kita berteman sudah lama, aku akan mencoba berada di posisi yang netral."


Jonas mengatakan hal tersebut sambil menarik nafasnya dengan perlahan.


"Kau harus tau jika tidak semua laki - laki bisa mengucapkan kata cinta."


"Kau juga harus tau jika laki - laki memang perlu belajar untuk melakukan hal itu."


"Dan kau juga harus tau jika kau perlu mengatakan hal itu kepada mereka."


"Lalu bagaimana dengan wanita yang tiba - tiba datang mengatakan ini dan itu kepada ku?"


"Apakah kau sudah menanyakan hal itu kepada pengacara Giandra? atau kau simpan sendiri dan menelan semuanya sendiri?"


Perkataan Jonas membuat Amanda terdiam.


"Aku menyimpan semuanya sendiri Nas."


"Nah itulah mengapa semua hal ini bisa terjadi Manda, jika kau bisa melakukan komunikasi dengan baik maka kau tidak perlu kabur dari rumah."


Amanda semakin terdiam dengan perkataan Jonas.

__ADS_1


"Biar aku pikirkan Nas."


"Baiklah pikirkan semua hal itu Manda, ingat bahwa kini di dalam rahim mu ada satu nyawa yang juga membutuhkan kasih sayang seorang Ayah."


Setelah mengatakan hal tersebut Jonas pergi meninggalkan Amanda.


"Nas kau tidak akan pernah mengerti apa yang aku rasakan, jika mas Giandra betul - betul mencintai aku, dia akan mencari aku Nas, bukan malah berdiam diri seperti ini."


Air mata Amanda kembali menetes saat Amanda mengatakan hal tersebut.


"Sabar yah nak, biarkan mama berpikir, Mama janji jika keadaan sudah menjadi lebih baik, mama akan memperkenalkan mu kepada papa kandung mu."


Amanda mengatakan hal tersebut sambil membelai perutnya yang masih datar.


"Pak, ini rumah mas Giandra dan mbak Manda, bapak tinggal saja disini."


"Terima kasih mbak Anindita, mbak saya boleh bertanya?"


"Ya pak katakan saja."


"Dimana Amanda? sejak tadi bapak belum melihatnya."


Anindita yang mendengar pertanyaan pak Surjono kini mulai mencari - cari Giandra.

__ADS_1


"Nah itu mas Giandra datang, nanti mas Giandra yang akan menjelaskan mbak Amanda ya pak."


Saat Giandra mendekat Anindita langsung mengatakan hal tersebut kepada Giandra.


"Anindita pamit pulang dulu ya pak, mas Giandra."


Segera mungkin Anindita langsung kabur Dari hadapan pak Surjono dan juga Giandra.


"Selamat datang pak."


Giandra langsung mencium tangan pak Surjono sambil mengatakan hal tersebut.


"Giandra dimana Amanda?"


Pak Surjono kembali menanyakan hal tersebut kepada Giandra.


"Pak, ini sudah malam, lebih baik bapak beristirahat dulu, besok pagi saya janji akan menjelaskan semuanya."


Pak Surjono menatap erat wajah Giandra, ingin sekali pak Surjono menanyakan hal yang lebih banyak, namun Giandra langsung mengajak pak Surjono ke dalam kamarnya seakan - akan tidak memberikan ruang lebih lagi untuk pak Surjono bertanya.


"Maafkan aku pak Surjono yang malam ini sengaja untuk tidak memberikan ruang kepada bapak untuk bertanya lebih dalam lagi tentang putri bapak, esok hari aku akan menjelaskan semuanya."


Giandra mengatakan hal tersebut di luar kamar pak Surjono dan setelah itu langsung masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat

__ADS_1


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘


__ADS_2