PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
SALING MERINDUKAN


__ADS_3

Ya mas Aditya besok juga hari Sabtu dan Anindita juga libur."


"Ya Sudah, ayo kita berangkat, Nin kau yakin tidak ingin memberitahukan keadaan mbak Amanda kepada Giandra?"


"Tidak mas, untuk sementara aku tidak akan memberitahukan hal ini terlebih dahulu kepada mas Giandra, setelah sampai aku akan meminta izin kepada mbak Amanda dulu apakah aku boleh mengatakan hal ini kepada mas Giandra."


"Mbak Amanda dan mas Giandra banyak mengalami hal yang tidak baik sebelum pernikahan dan ini mungkin ledakan konflik tersebut."


"Baiklah aku akan menghormati keputusan mu Nin, ya sudah ayo kita berangkat."


"Terima kasih mau menemani Anindita yah mas Aditya."


"Siap, kau adalah calon istriku Nin, mana mungkin aku membiarkan mu sendirian pergi ke Magelang tengah malam seperti ini."


Aditya mengatakan hal tersebut sambil menyalakan mesin mobil dan setelah itu melajukan mobil tersebut ke arah yang di tuju.


Malam hari ini semua tidur dan beristirahat dengan permasalahan nya masing - masing.


"Selamat pagi mbak Amanda."


"Satu orang mengetuk pintu kamar Amanda dan mengatakan hal tersebut kepada Amanda."


"Ya ada apa?"

__ADS_1


Dengan mata masih mengantuk, Amanda membuka pintu kamarnya.


"Mbak nama saya bi Surti, saya yang mengurus rumah ini, maafkan saya jika semalam mbak Amanda datang saya sudah tidur."


Bi Surti mengatakan hal tersebut kepada Amanda.


"Tidak masalah bi, untuk sementara Amanda akan tinggal di rumah ini ya bi."


"Oh iya mbak, mbak bibi mau izin pergi dulu ke puskesmas bibi mau berobat, batuk bibi yang belum sembuh."


"Pergi saja bi Surti."


Amanda mengatakan hal tersebut sambil tersenyum kepada bi Surti.


"Terima kasih bi "


Setelah selesai mengatakan hal tersebut, bibi Surti langsung pergi dari hadapan Amanda..


"Selamat pagi kota Magelang."


Amanda mengatakan hal tersebut dan langsung mengambil handuk untuk mandi.


Selesai mandi Amanda langsung menuju ke meja makan dan sudah melihat nasi goreng tersebut terhidang di meja makan.

__ADS_1


Detik itu juga Amanda langsung teringat dengan aktivitas rutin yang Amanda lakukan untuk Giandra.


"Selamat pagi mas Giandra, apakah mas sarapan pagi pada hari ini?"


Amanda mengatakan hal tersebut kepada dirinya, sambil duduk Amanda memandang sepiring nasi goreng dan terus teringat wajah suaminya tersebut..


Dengan penuh rasa malas, Amanda mengambil sendok dan mulai memakan sarapan pagi yang di buatkan oleh bibi Surti tersebut..


Mas, Amanda kangen, apakah mas juga saat ini merasakan hal yang sama dengan Amanda?.


Dengan penuh air mata Amanda mengatakan kegelisahan nya tersebut.


Air mata mengalir di setiap makanan yang di telan oleh Amanda.


Sementara itu di kediaman Giandra.


"Mas Giandra tidak sarapan? bibi sudah membuatkan sarapan untuk mas Giandra."


"Tidak bi, aku tidak akan sarapan lagi sampai Amanda yang membuatkan untuk ku."


Giandra mengatakan hal tersebut sambil terus berjalan menuju ke parkiran mobil, hati Giandra yang kali ini begitu merindukan Amanda membuat Giandra tidak berselera makan pagi jika bukan Amanda yang membuatkan sarapan pagi tersebut.


Dengan langkah yang penuh dengan kemalasan Giandra melajukan mobilnya ke kantor.

__ADS_1


Hai, hai terima kasih sudah membaaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘


__ADS_2