
Kau tak seharusnya bertanya lagi jika orang tersebut saat ini sedang berada bersama dengan mu"
Mendengar jawaban Giandra, Amanda kini mulai terdiam.
"Mas"
"Hmmm"
"Kenapa mas menolong Amanda?"
Giandra yang sejak tadi tidak memandang ke arah Amanda kini kembali menatap Amanda dengan tajam.
"pantaskah kau tanya mengapa aku melakukan itu?"
"Iya mas, tujuan Amanda melakukan bunuh diri itu agar bisa mati,namun saat sadar Amanda melihat Amanda masih hidup"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil menangis.
"Apakah kau sudah gila? nekat mengakhiri hidup mu sendiri ha?"
Giandra mengatakan hal tersebut dengan suara yang keras berharap perkataan Giandra membuat takut Amanda.
__ADS_1
"Untuk apa Manda hidup lagi mas?"
Deg
Satu pertanyaan Amanda yang kini menguncang hati Giandra.
"Kau bilang untuk apa kau hidup? kau gila, bagaimana dengan bapak mu? percuma aku mati - matian melakukan pembelaan terhadap bapak mu jika kau memiliki pemikiran seperti itu,kau tau aku ini pengacara terkenal,kasus yang aku tangani banyak,dan kini aku harus menangani kasus bapak mu tanpa biaya,dan kau bilang untuk apa gunanya kau hidup?"
"Mas memang Amanda tidak bisa membayar mas Giandra,namun mas Giandra sudah mengambil satu - satunya harta yang paling Amanda jaga,apakah itu juga masih kurang? Manda malu mas,Manda malu pada mendiang mama,Manda malu pada bapak dan,dan Manda malu pada Tuhan,apakah mas Giandra tidak pernah malu pada Tuhan saat mas Giandra melakukan semua hal tersebut?"
Tangisan Amanda kini meledak saat Amanda mengatakan semua hal yang telah dia pendam,rasa malu yang memberikan Amanda intimidasi membuatnya berani mengatakan hal tersebut di hadapan Giandra.
Dan kini Giandra hanya bisa terdiam dengan semua hal yang telah diucapkan oleh Amanda,rasa sakit yang tak berdarah,rasa sakit yang tak dapat dilukiskan mulai terasa Dari diri Giandra.
Giandra mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan wajahnya ke arah Amanda.
"Aku tidak akan pernah menuntut tanggung jawab mas Giandra,aku tau ma Giandra tidak pernah mencintai ku,jadi untuk apa aku meminta hal tersebut dari mas Giandra"
"Lantas apa yang kau minta ha?"
"Berhenti mas, berhenti untuk mas Giandra bermain bersama dengan nona malam,mas Giandra apa tidak lelah dengan semua permainan itu mas?"
__ADS_1
Amanda kembali mengatakan hal tersebut sambil menangis.
"Apa hak mu melarang ku untuk melakukan hal itu?"
"Aku memang tidak memiliki hak apapun untuk melarang mas Giandra,tapi ini semua demi kebaikan mas Giandra"
Amanda tiba - tiba menjadi terdiam setelah dirinya selesai mengatakan hal tersebut, Amanda kaget mengapa ucapan itu tiba - tiba bisa keluar dari mulutnya.
Keheningan tercipta beberapa saat di dalam ruangan tersebut saat Amanda selesai mengucapkan hal tersebut sampai ada suara langkah kaki yang membuka pintu kamar.
"Selamat pagi mbak Amanda,pagi Giandra"
Dokter Aditya masuk bersama dengan beberapa perawat untuk memeriksa keadaan Amanda.
"Aditya kau harus mengizinkan aku pulang hari ini"
"Sebentar biarkan aku memeriksa mu terlebih dahulu"
Aditya memeriksa keadaan Giandra.
"Baiklah,kau boleh pulang Giandra"
__ADS_1
"Kenapa kau tidak mengatakan dari semalam Aditya,jika kau bukan kawan ku,sudah ku hajar kau Aditya!"