PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
HATI YANG MENOLAK


__ADS_3

Ya,ya baiklah aku akan mandi untuk mu sayang."


Setelah mengatakan hal tersebut Giandra segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Ayo Manda kau harus kuat, kau harus kuat!"


Amanda mencoba untuk menghapus air matanya yang mulai kembali mengalir, tiba - tiba saja Amanda mengingat setiap perkataan dari Diana dan hal tersebut yang membuat hatinya begitu sakit saat di sentuh oleh Giandra.


"Ayo Manda kau pasti bisa!"


Amanda terus mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri.


Dan tak beberapa lama kemudian Giandra sudah keluar dari dalam kamar mandi dan melihat kembali istrinya tersebut dengan tersenyum.


"Jadi apa makan malam kita kali ini?"


"Kemarilah mas."


Amanda dengan tenang meminta Giandra untuk mendekat kepadanya.


"Ayam goreng dan sayur lodeh, dan sambel terasi, pasti kau yang membuatkan untuk ku kan? karena hanya kau yang tau makanan - makanan kesukaan ku ini."


"Ya Manda yang membuatnya untuk mas Giandra, ayo mas makan."


Amanda mengatakan hal tersebut sambil mulai melayani Giandra makan, Amanda tetap melaksanakan kewajiban nya namun masih dengan rasa sakit yang masih sangat teras di relung hatinya.


Selesai makan malam Amanda meminta bibi untuk mengangkat semua piring kotor dan setelah itu Amanda duduk termenung di kursinya.

__ADS_1


"Hei apa yang sedang kau pikirkan?"


Giandra mendekat ke arah Amanda.


"Tidak ada mas."


"Kau yakin?"


"Ya mas."


"Mas...."


"Hemmm."


"Boleh Manda bertanya sesuatu hal kepada mas Giandra?"


"Mas, aku belum pernah mendengarkan mas Giandra cerita tentang masa lalu mas Giandra kepadaku, apa mas Giandra tidak pernah memiliki masa lalu?"


Deg


Giandra langsung memandang Amanda dengan tajam saat Amanda menanyakan hal tersebut kepadanya..


"Aku tidak pernah memiliki masa lalu, jika pun itu ada, aku akan menutup masa lalu tersebut dalam - dalam."


"Kenapa harus di tutup mas?"


"Ya karena itu hanya sebuah masa lalu, tidak Penting jika aku membahas dan kembali menceritakan hal tersebut, pembahasan yang akan sangat membosankan."

__ADS_1


Giandra mengatakan hal tersebut sambil menciumi rambut Amanda.


"Ada apa? kenapa kau tiba - tiba menanyakan hal ini kepada ku?"


"Tidak ada apa - apa mas, aku hanya ingin kau menceritakan hal yang belum pernah kau ceritakan kepada ku."


"Hahaha, jika itu hanya masa lalu maka aku akan membuang nya, karena itu tidak akan pernah penting lagi untuk ku."


Ya mas itu mungkin tidak Penting lagi untuk mu, namun semua hal itu sekarang menjadi Penting untuk ku.


Amanda pada akhirnya hanya bisa mengatakan hal tersebut di dalam hatinya saja.


"Sayang, aku ingin kembali bermain - main dengan tubuh mu, apakah kau mengizinkan nya?"


Deg


Amanda kembali terdiam dengan semua hal yang saat ini sedang di minta oleh Giandra, dari dalam lubuk hatinya Amanda sedang tidak ingin untuk melakukan hal itu, hatinya masih sakit, namun di satu sisi dia tidak akan mungkin tega untuk menolak permintaan suaminya sendiri.


"Baiklah mas Giandra, namun matikan lampunya."


"Kenapa harus di matikan?"


"Karena aku sedang ingin seperti itu, apakah mas Giandra keberatan?"


"Tentu tidak, aku akan melakukan seperti yang kau inginkan."


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘

__ADS_1


__ADS_2