PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
CINTA MASA KECIL PALSU


__ADS_3

Aku yakin kau tidak betul-betul mencintai nya"


Giandra langsung tersenyum tipis saat Rian mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Apa perlu lagi cinta? bukankah saat ini yang di cari wanita adalah sebuah status? mereka akan merasa aman ketika status mereka jelas,dan mereka akan bahagia dengan status yang laki-laki berikan kepada mereka"


Rian langsung terdiam ketika mendengarkan ucapan Giandra,Rian yang merupakan teman lama Giandra sangat mengerti Giandra seperti apa.


"Apakah kau masih terobsesi dengan cinta masa kecil mu Giandra?"


"Entahlah,saat ini aku sepertinya sudah tidak memikirkan hal itu lagi"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil menatap ke langit -langit.


"Apa yang membuatmu sampai seperti ini Giandra?"


"Aku merasa menjadi salah satu laki-laki bodoh jika aku terus mencari sesuatu hal yang sudah hilang bertahun-tahun"


"Lalu bagaimana jika pada akhirnya kau menemukan cinta masa kecil mu itu?apakah kau akan tetap menikah dengan Amanda Joyodiningrat?"


"Pernikahan ku tidak membutuhkan cinta seperti pernikahan pada umumnya Rian,jadi semuanya akan tetap terlaksana dengan baik"


Giandra mengatakan hal tersebut pada Rian dan mulai beranjak dari tempat duduknya.


"Ayo kita harus kembali ke tempat kita masing-masing,hari sudah semakin sore"

__ADS_1


"Kau benar Giandra,kabari aku jika kau membutuhkan sesuatu"


"Pasti Rian"


Dan pada akhirnya Giandra dan Rian berpisah di tempat tersebut, Giandra langsung membaca satu pesan dari Diana yang Diana kirimkan ke ponsel Giandra.


"Astaga aku hampir lupa,jika malam ini aku ada janji dengan Diana"


Setelah mengatakan hal tersebut Giandra langsung memutar arah kemudi mobil menuju ke restoran tempat Diana beritahukan melalui pesan ke ponsel Giandra.


"Mas Giandra"


Begitu Giandra datang Diana langsung menyambut nya dengan pelukan hangat dan mengajak Giandra ke private room.


"Ya mas Giandra,ini"


Dian langsung mengeluarkan satu kotak tua yang sejak tadi di taruh di Diana di dalam tas.


"Ini,jika mas Giandra mau melihatnya"


Diana yang telah mengeluarkan kotak tersebut segera menyerahkan kotak tersebut kepada Giandra dan Giandra mulai membuka kotak tersebut.


Mata Giandra terbelalak ketika melihat isi di dalam kotak tersebut,satu per satu Giandra teliti lebih dalam lagi


"Diana kau yakin kotak tua ini milik mu?"

__ADS_1


Giandra menanyakan semua hal tersebut kepada Diana.


"Ya mas,kotak ini adalah milik ku,ada apa mas?"


"Kau Poooh,kau pooh yang aku cari"


"Maksud mas Giandra?"


Diana berpura-pura tidak mengerti akan ucapan Giandra.


"Kau tau aku juga sedang mencari cinta masa kecil ku,dan barang ini,foto ini aku mengenal semuanya"


Giandra menatap semua barang yang ada di dalam kotak tua itu secara bergantian Dan masih tidak percaya.


"Sungguh apa yang mas Giandra katakan?"


Diana mulai mengeluarkan air mata palsu nya untuk mengelabui Giandra.


"Mas pada akhirnya semua aku temukan dan ternyata laki-laki tersebut berada tak jauh dari hidup ku"


Diana mengatakan hal tersebut sambil menangis dan langsung memeluk tubuh Giandra.


Giandra terdiam dengan semua perlakuan Diana,saat ini Giandra berusaha untuk menyatukan hati dan pikirannya yang masih tidak percaya jika dapat menemukan cinta masa kecilnya dengan cara seperti ini.


"Mas Giandra kenapa diam saja mas?"

__ADS_1


__ADS_2