
Anindita langsung terdiam seperti patung saat Aditya mengatakan hal tersebut kepadanya, selama ini Anindita tidak akan pernah bepikir jika hubungan nya dengan Aditya akan sampai ke tahap seperti ini.
"Mas, aku aku.."
Anindita tidak dapat melanjutkan kembali kata - katanya.
"Kau masih belum bisa menjawab nya sekarang Nin?"
"Apa kau masih memiliki perasaan terhadap Giandra?"
Aditya kembali bertanya kepada Anindita.
"Bukan itu mas Aditya."
"Lalu apa Nin?"
Aditya sangat penasaran ketika Anindita masih belum bisa menjawab perasaan nya.
__ADS_1
"Ini mas."
Anindita mengambil satu kertas dari Laci Dan memberikan kertas tersebut kepada Aditya.
"Surat Dokter?"
"Ya mas, beberapa hari yang lalu aku pergi ke Dokter untuk Medical Check Up, saat itu tiba - tiba aku di arahkan ke Dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut."
Anindita tiba - tiba berhenti ketika mulai menceritakan semuanya kepada Aditya.
"Kau yakin kau mau melanjutkan cerita mu ini?"
"Ya mas, aku akan menceritakan semuanya agar mas Aditya tau alasan ku yang sebenarnya."
"Baiklah katakan saja, aku akan mendengarkan semuanya."
"Saat itu aku masuk ke dalam ruang praktek Dokter kandungan tersebut, Dokter mulai memberikan pemeriksaan terhadap ku, dan setelah hasil pemeriksaan keluar Dokter mengatakan aku memiliki masalah reproduksi sehingga ketika aku menikah nanti aku akan sulit untuk memiliki anak."
__ADS_1
Anindita pada akhirnya tidak kuasa untuk menahan air matanya lagi, Anindita begitu sedih ketika mengingat bagaimana vonis dokter yang telah dia terima.
"Mas mau menikah dengan istri yang mandul? mas juga seorang Dokter, mas Aditya tentunya lebih paham dengan apa yang aku alami saat ini, itulah alasan ku mas, mengapa sampai saat ini aku masih belum memberikan jawaban kepada mas Adit, aku bukan wanita yang sempurna mas, kemungkinan besar aku tidak bisa menjadi ibu untuk anak - anak mas Aditya nanti, karena aku memang tidak akan bisa menjadi ibu."
Anindita mengatakan hal tersebut sambil menangis, rasa sesak yang luar biasa kini semakin menyeruak mengalir dari dasar hatinya yang paling dalam.
"Nin, mas tau apa yang saat ini sedang kau alami, mas tau resikonya seperti apa, tapi Nin kau tidak mandul, kau masih bisa memiliki anak, ini hanyalah masalah reproduksi saja, dan itu bisa kita atasi bersama - sama Nin."
Aditya mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan diri ke arah Anindita.
" Ya mas, tapi biayanya tidak sedikit, mas Aditya tau aku sudah tidak memiliki orang tua kandung, mas Aditya juga tau bahwa aku hanyalah anak angkat keluarga Wijaya, aku tidak mungkin merepotkan mereka untuk biaya ku nanti."
"Ssssst , Nin kita harus percaya bahwa kita mampu untuk mengatasi semua hal ini, kita tidak boleh menggandalkan kekuatan kita sendiri, kita juga harus melibatkan Tuhan bersama dengan setiap keputusan yang akan kita ambil."
Aditya berusaha untuk memberikan penguatan kepada Anindita.
"Dan urusan kau mau anak angkat atau tidak memiliki orang tua sekalipun, itu tidak masalah untuk ku Nin, aku yang nanti akan menjaga mu, aku yang akan bertanggung jawab atas mu."
__ADS_1
Perkataan Aditya membuat Anindita terdiam.
Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘