
Giandra mengatakan hal tersebut di dalam hati, Giandra tersenyum sendiri dan membayangkan hal apa akan dia lakukan begitu dia sudah sampai di rumah.
"Mas Giandra apakah kita akan langsung ke rumah?"
Pak Giman mengatakan hal tersebut kepada Giandra, bukan tanpa alasan pak Giman mengatakan hal tersebut, selama ini Giandra terkenal dengan laki - laki pencinta wanita malam setelah dari luar kota biasanya Giandra minta untuk di antarkan ke jalan Melati tempat madam Gretta dengan para nona malam yang di miliki nya.
"Tidak pak Giman kita akan langsung kembali ke rumah saja."
Perkataan Giandra cukup membuat Pak Giman heran,namun kali ini pak Giman senang karena majikan nya sudah berubah ke arah yang lebih baik.
"Baiklah mas Giandra."
Dan pada akhirnya pak Giman mengemudikan mobilnya hingga sampai kediaman Giandra dengan kecepatan sedang.
"Mbak Amanda sedang apa mbak?"
Bibi sangat kaget karena malam ini Amanda berada di dapur.
"Tidak apa - apa bi,Manda hanya mau menyiapkan makan malam untuk mas Giandra, tadi pak Giman sudah berangkat ke bandara untuk menjemput mas Giandra,pasti mas Giandra sebentar lagi akan datang."
Bibi tersenyum dengan semua hal yang Amanda lakukan, sudah lama bibi melihat Giandra dan Amanda dekat, namun baru kali ini bibi melihat senyum yang merekah dari balik bibir Amanda.
"Bibi bantu boleh?"
__ADS_1
"Tentu saja bi."
Amanda tersenyum kepada bibi yang kini ikut membantu nya untuk membuat makan malam untuk Giandra.
Dan tak beberapa lama mobil yang dipakai pak Giman untuk menjemput Giandra sudah sampai di halaman depan, Giandra langsung turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam.
"Selamat malam mas Giandra."
Satu senyuman manis seseorang wanita menyambut kedatangan Giandra di belakang pintu begitu Giandra membuka pintunya.
"Untuk apa kau berdiri di balik pintu?"
Perkataan Giandra kembali dingin ketika berhadapan dengan Amanda.
Amanda meminta tas yang di pegang oleh Giandra, dan Giandra tunduk terhadap apa yang Amanda lakukan.
"Mas mau makan di kamar atau di meja makan"
"Makan di meja makan saja, aku akan ke atas untuk mandi."
"Baiklah mas, ayo aku sudah menyiapkan mas Giandra air hangat."
Amanda langsung menggandeng tangan Giandra ketika Giandra mengatakan hal tersebut.
__ADS_1
Sesampainya di kamar Giandra langsung masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Amanda membuka koper Giandra untuk mengeluarkan pakaian -pakaian kotornya.
Tak beberapa lama Giandra keluar dari kamar mandi dan melihat Amanda masih berkutat dengan koper nya.
"Sedang apa kau?"
Namun tidak ada kata apapun yang Giandra terima.
"Hei aku tanya kau sedang apa?"
Giandra mengatakan hal tersebut dengan nada keras dan Amanda yang mendengarkan hal tersebut langsung menatap tajam Giandra.
"Ini loh mas mau mengambil pakaian - pakaian kotor mas Giandra."
"Sejak kapan itu jadi tugas mu? ini tugas bibi!"
"Ya sejak kita menikah mas, mas yang mengatakan pernikahan ini bukan pernikahan sandiwara kan?"
Giandra langsung terdiam dengan semua hal yang saat ini Amanda katakan.
"Ya ini memang bukan pernikahan sandiwara."
"Dan mas Giandra tau, tadi pagi telah datang seorang wanita yang mengaku sebagai calon istri mas Giandra."
__ADS_1
Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘