PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
PERTENGKARAN AMANDA


__ADS_3

Ya mbak Anindita"


"Nin ganti kerugian bapak pemilik gerobak bubur ayam itu dengan penuh ya"


"Pasti mas Giandra"


Setelah mengatakan hal tersebut Giandra dan Amanda mulai menghilang dari pandangan Anindita dan Anindita merasakan sakit di dalam hatinya melihat kebersamaan Amanda dan Giandra.


Kenapa rasanya hatiku begitu sakit waktu melihat mas Giandra dan juga mbak Amanda,aku tau mereka tidak mungkin untuk saling mencintai,tapi kenapa rasanya tetap sakit.


Anindita mengatakan hal tersebut hanya di dalam hatinya saja,saat ini tidak ada banyak hal yang bisa Anindita lakukan terutama untuk perasaan nya terhadap Giandra Wijaya, Anindita hanya bisa terus menyimpan nya seorang diri saja.


"Mas gimana rasanya?"


Di dalam mobil Amanda kembali mengatakan hal tersebut kepada Giandra,satu mobil dari rumah Giandra yang telah menjemput mereka langsung melarikan mereka ke Rumah Sakit.


"Ya sakit dong,kau pikir pelipis ku berdarah begini dan tidak sakit, pertanyaan mu sungguh sangat lucu"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil memegang sapu tangan Amanda yang telah menempel di pelipis Giandra.


"Ya kan Manda ingin lebih memastikan lagi keadaan mas Giandra"


Amanda terus mengatakan hal tersebut tanpa memperdulikan lagi kemarahan Giandra.

__ADS_1


"Pak langsung saja ke penjara,tidak usah ke Rumah Sakit"


Giandra memberikan perintah kepada supir agar supir segera menuju ke penjara,namun Amanda yang mendengarkan apa yang yang telah dikatakan oleh Giandra mengernyitkan dahi seakan - akan tidak setuju dengan perintah Giandra kepada sang supir.


"Mas kenapa tidak ke rumah sakit?pak tetap jalan ke arah Rumah Sakit saja"


"Hei berani sekali kau memerintahkan supir ku tanpa seizin ku ha"


Giandra begitu murka ketika Amanda langsung meminta supir kembali memutar arah lagi ke rumah Sakit.


"Ayolah mas,mas Giandra harus tetap di obati,pak putar ke arah Rumah Sakit"


"Suka - suka aku mau aku obati atau tidak,pak langsung ke penjara saja,buang - buang waktu ke Rumah Sakit"


"Jalan terus ke penjara pak"


"Tidak pak ke Rumah Sakit saja,mas Giandra perlu untuk diobati"


"Langsung ke penjara pak"


"Jangan pak"


Dan pada akhirnya hal ini yang terus mereka bicarakan di dalam mobil,sampai pada akhirnya sang supir terpaksa menepikan mobil tersebut.

__ADS_1


"Pak kok berhenti disini pak?"


"Mas Giandra,mbak Amanda saya bingung harus mengikuti perintah siapa harus ke Rumah sakit atau langsung ke penjara jadi saya putus kan untuk memberhentikan dulu mobil disini sambil menunggu mas Giandra dan mbak Amanda memutuskan mau kemana"


Sang supir mengatakan hal tersebut kepada Giandra dan jug Amanda dan kini Amanda dan Giandra saling bertatapan.


"Ke Rumah Sakit pak"


"Langsung ke penjara pak"


"Tidak pak ke Rumah Sakit pak"


"Jangan paksa aku,aku paling benci untuk dipaksa!"


Giandra berteriak dengan kata - kata tersebut kepada Amanda.


"Terserah mas Giandra mau berkata apa,yang penting luka mas Giandra itu harus tetap di obati karena jika tidak bisa infeksi"


Amanda kini kembali berteriak ke arah Giandra entah mendapatkan kekuatan darimana ketika Amanda berani mengatakan hal tersebut kepada Giandra.


"Untuk apa kau mengatur ku,siapa kau?"


Giandra pada akhirnya mengatakan hal tersebut kepada Amanda dan di titik itulah Amanda langsung terdiam.

__ADS_1


__ADS_2