
Giandra mengatakan hal tersebut dengan wajahnya yang masih sangat kesal.
"Maafkan aku mas Giandra, tapi sungguh ini lucu sekali, nampak para sahabat mas Giandra untuk sangat sayang pada mas Giandra loh"
"Darimana kau tau jika mereka seperti itu?"
"Ya dengan mengantarkan mas Giandra secara paksa ke kamar ini, aku sangat yakin jika malam ini mas Giandra tidak mau berada di dalam kamar ini kan?"
Giandra langsung memandang tajam ke arah Amanda saat Amanda mengatakan hal tersebut.
"Kau tau itu"
Setelah mengatakan hal tersebut Giandra segera duduk di tepi tempat tidur.
"Lebih baik aku tidur di ruang tamu daripada harus berada satu kamar dengan mu"
Deg
Entah mengapa ada perasaan yang tak biasa ketika Giandra mengatakan hal tersebut.
"Ya aku juga sama mas, lebih baik aku tidur dengan Anindita daripada aku harus berada di dalam kamar ini"
Deg
Hati Giandra merasakan satu perasaan yang lain ketika Amanda mengatakan hal tersebut.
"Ya sudah Kenapa tidak kau saja yang keluar dari ruangan ini?"
Amanda langsung terdiam dengan semua hal yang diucapkan oleh Giandra.
"Mas tidak mungkin aku keluar dari dalam kamar ini, apa kata keluarga mas kalau aku sampai tidur di luar?"
Perkataan Amanda membuat Giandra terdiam, karena apa yang di katakan oleh Amanda itu semuanya adalah benar.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita buat perjanjian saja?
Amanda yang melihat Giandra terdiam langsung mengatakan hal tersebut.
"Perjanjian?"
"Ya mas, perjanjian, jujur selama ini aku itu benci sama mas Giandra, tapi aku tidak bisa seperti itu terus, apalagi status kita sekarang adalah suami istri yang sah"
"Lalu apa mau mu ha?"
"Kemari mas"
Amanda langsung menarik tangan Giandra untuk menuju ke tempat duduk di balkon kamar mereka, Amanda mengambil kertas dan alat tulis untuk di bawa bersama mereka di tempat duduk.
"Nah kita buat perjanjian pernikahan yah"
"Cih mana sah perjanjian di buat dengan cara seperti itu"
"Mas ayolah tidak ada waktu jika di ketik dulu, nanti orang rumah tau keadaan kita"
"Jadi peraturan pertama tidak boleh mencampuri urusan masing -masing, setuju mas?"
"Setuju"
"Peraturan ke dua, tidak boleh terjadi kontak fisik jika salah satu diantara kita tidak setuju bagaimana mas?"
"Setuju"
"Dan terakhir pisah kamar, bagaimana mas?"
"Yang ini aku tidak setuju"
Amanda langsung terdiam dengan perkataan Giandra.
__ADS_1
"Kenapa tidak setuju mas?"
"Kau bisa pikir gak sih kalau kita pisah kamar terus bapak dan ibu datang tiba - tiba?"
Amanda terdiam dengan perkataan Giandra.
"Iya juga sih"
"Tenang saja aku tidak berselera pada mu"
Giandra mengatakan hal tersebut acuh tak acuh di hadapan Amanda.
"Baiklah aku setuju, aku juga tidak bernafsu terhadap mas Giandra"
Deg
Sungguh membuat kesal perkataan Amanda kali ini bagi Giandra.
"Ini mas Giandra tanda tangan disini"
Amanda mengatakan hal tersebut kepada Giandra dan meminta Giandra tanda tangan surat perjanjian yang di buat seadanya pada malam hari ini.
"Sah ya mas Giandra, malam ini aku simpan dulu surat perjanjian ini, nanti aku copy lalu aku berikan kepada mas Giandra"
"Oke"
"Mas"
"Apalagi ?"
"Mas aku ingin kita bisa menjadi teman baik, karena kita akan bertemu setiap hari, aku tidak ingin ada keributan di dalam rumah mas pada nantinya"
Giandra langsung memandang tajam ke arah Amanda saat Amanda mengatakan hal tersebut kepadanya.
__ADS_1
"Bagaimana kalau aku tidak mau melakukan hal itu?"
"Mas ayolah agar kita bisa sama - sama nyaman"