
Pak aku hanya ingin membuktikan jika ini memang betul - betul sebuah percobaan bunuh diri,saat ini Amanda tinggal bersama mas Giandra otomatis mas Giandra bertanggung jawab atas Amanda,jadi ini hanya untuk berjaga - jaga saja"
Pak Giman sejenak berpikir dan pada akhirnya mengambil sebuah keputusan.
"Maaf mbak Anindita saya tidak bisa membuka ruang CCTV untuk mbak Anindita jjka mas Giandra tidak memberikan saya izin"
Anindita mengernyitkan dahi ketika mendengarkan ucapan dari pak Giman.
"Termasuk aku pak Giman?"
"Ya mbak Anindita"
Anindita hanya menatap tajam ke arah pak Giman dan pada akhirnya menarik nafasnya dalam - dalam.
"Lupakan semua perkataan ku tadi, sekarang mas Giandra membawa mbak Amanda kemana?"
"Mas Giandra membawa mbak Amanda ke Rumah Sakit Harapan mbak Anindita"
"Baiklah aku akan segera kesana"
Selesai mengatakan hal tersebut Anindita membalikan kembali badannya menuju ke arah pintu keluar,dengan perlahan Anindita masuk kembali ke dalam mobil dan melajukan mobil tersebut ke arah Rumah Sakit yang Sudah diberitahukan oleh pak Giman
Sementara itu di Rumah Sakit.
__ADS_1
"Giandra apa kau baik - baik saja?"
Aditya melihat Giandra terduduk lemas di kursi di dalam ruang perawatan Amanda.
"Kau tenang saja Adit, seorang Giandra Wijaya tidak akan mudah tumbang hanya karena hal -hal seperti ini saja"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil tersenyum, meskipun saat ini Giandra begitu lelah,namun Giandra berusaha tidak menunjukan semua hal tersebut di hadapan Aditya sahabatnya..
"Bagaimana keadaan wanita itu?
"
"Wanita itu?hei dia memiliki nama Giandra, dan namanya adalah Amanda"
"Ya,ya Amanda bagaimana keadaan nya?"
Giandra langsung memukul Aditya, ketika Aditya mengatakan hal tersebut kepada Giandra.
"Bicara apa kau Adit"
"Ini kenyataannya Giandra,apa yang telah kau lakukan terhadap mbak Amanda sampai dia nekat melakukan percobaan bunuh diri Dan gagal?"
Giandra terdiam dengan semua hal yang ditanyakan oleh Aditya sebagai sahabatnya.
__ADS_1
"Entahlah Adit,aku juga tidak tau"
"Perlakuan mu mungkin yang membuat mbak Amanda sampai menjadi seperti itu?"
Deg
Mendengar perkataan Aditya tiba - tiba Giandra kembali diingatkan ketika dia sedang merenggut dengan paksa kesucian Amanda.
"Ah mana mungkin,dia saja yang terlalu memasukkan semuanya ke dalam hati"
"Apa maksudmu Giandra?"
Aditya menanyakan kembali apa yang Giandra maksudkan.
"Bukan apa - apa Adit,mungkin dia terlalu bawa perasaan"
Aditya kembali memandang sahabatnya tersebut,nampak mimik raut wajah berubah- ubah yang Giandra tunjukan kepada Aditya.
"Hei kenapa kau melihat ku seperti itu?"
Giandra mencoba menegur Aditya yang sejak tadi memperhatikan wajahnya.
"Tidak ada Giandra, baiklah aku harus kembali menangani pasien ku yang lainnya,pesan ku terhadap mu,mbak Amanda itu adalah wanita yang baik,hatinya lembut dan saat ini dia sedang berjuang untuk mendapatkan keadilan bapaknya, perjuangan mbak Amanda bukanlah perjuangan yang mudah"
__ADS_1
"Saran ku jangan kau ganggu dia dengan naluri mu,karena dia wanita baik - baik, kasian pasti saat ini banyak hal yang sedang mbak Amanda pikirkan"
Aditya mengatakan hal tersebut sambil berdiri dari tempat duduknya dan pada akhirnya meninggalkan ruang rawat Amanda,kini tinggal Giandra seorang diri di dalam ruangan tersebut.