PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
AKU MOHON MAS GIANDRA


__ADS_3

Mas Amanda memang jelek,Amanda memang tidak pantas untuk mas Giandra,tapi mas Giandra tidak perlu mengatakan secara langsung kepada mbak Anindita sampai seperti itu.


Amanda hanya bisa mengatakan semua hal tersebut di dalam hatinya,dengan sekuat tenaga Amanda berusaha tidak sedih dan berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan untuk Giandra.


Maafkan aku Amanda jika kau harus mendengarkan semua ini,aku tau hati mu saat ini pasti sakit,namun kau juga harus tau jika hatiku lebih sakit darimu Manda,apalagi ketika pandangan mata mas Giandra tidak pernah terlepas dari mu.


Anindita mengatakan semua hal tersebut di dalam hatinya,sejak tadi sebenarnya Anindita sudah mengetahui jika Amanda sedang mendengarkan pembicaraan mereka,itu sebabnya Anindita memperjelas perasaan Giandra kepada Amanda agar semuanya bisa terlihat jelas.


"Hei kenapa wajah mu terus di tekuk seperti itu?"


Giandra mengatakan hal tersebut kepada Amanda yang pagi ini menghidangkan sarapan untuk Giandra dengan wajahnya yang terus di tekuk .


"Tidak ada apa-apa mas Giandra"


"Tidak mungkin tidak ada apa-apa"


"Peduli apa mas Giandra kepadaku?"


Amanda mengatakan hal tersebut dengan tegas masih membawa nampan nya, Giandra yang baru pertama kali melihat ketegasan di wajah Amanda pada akhirnya memilih untuk diam.


"Sudahlah mas mungkin Amanda sedang datang bulan makanya seperti itu, wanita itu kalau datang bulan moodnya suka berubah ubah"


Anindita pada akhirnya mengatakan hal tersebut kepada Giandra yang sejak tadi siap-siap untuk memarahi Amanda karena sikapnya tadi.


"Sudahlah Nin tak ada gunanya membicarakan dia,kita bicarakan sidang nanti saja, bagaimana persiapan sidang nanti?"

__ADS_1


Giandra mengatakan hal tersebut sambil makan nasi goreng kesukaan nya.


"Semuanya beres mas,dengan bukti yang kita miliki aku bisa menjamin jika pak Surjono bisa bebas,jika pak Surjono bebas, artinya kan mas Giandra tidak berurusan dengan mbak Amanda lagi dan mas Giandra tidak perlu berteriak -teriak seperti tadi lagi"


"Kau benar Nin"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil terus mengunyah nasi goreng nya, Anindita terus memperhatikan pandangan mata Giandra yang sejak tadi tidak bisa berbohong jika Giandra berat kehilangan Amanda.


"Mas,ayo kita harus segera ke persidangan"


Anindita mengatakan hal tersebut sambil berdiri dari kursinya.


"Ayo Nin"


"Mbak Amanda"


Mendengar namanya disebut, Amanda segera memalingkan wajahnya.


"Mbak Anindita,mas Giandra aku mau ikut ke persidangan,aku mohon izinkan aku ikut"


Amanda kali ini betul-betul memohon kepada Giandra dan Anindita.


"Mbak keputusan ada pada mas Giandra"


"Tidak boleh"

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar kata -kata tersebut keluar dari mulut Giandra.


"Kenapa mas?"


"Tidak perlu kau tanyakan kenapa,aku bilang tidak boleh ya tidak boleh"


"Tapi itu bapak Amanda mas"


"Dan aku adalah pengacara nya,aku punya kuasa untuk melakukan hal tersebut"


"Mas Giandra aku mohon"


Dan tiba-tiba saja Amanda sudah berlutut di hadapan Giandra.


"Mas aku mohon"


"Hei wanita sialan,lepaskan!"


Giandra berusaha untuk menyingkirkan tangan Amanda dari pakaiannya.


"Mas aku mohon,aku akan melakukan hal apapun agar mas Giandra mengizinkan aku untuk bertemu dengan bapak"


Deg


Mendengar Amanda mengatakan hal tersebut Giandra langsung memandang wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2