PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
PEMBICARAAN KELUARGA


__ADS_3

"Ayo mbak"


Anindita membukakan Amanda pintu mobilnya agar Amanda masuk ke dalam mobilnya.


Tak lama setelah itu mobil Anindita meluncur meninggalkan kediaman rumah Amanda.


Sementara itu kini Giandra dan ke dua orang tua nya telah sampai di penjara, mereka masuk seperti layaknya orang yang akan melakukan kunjungan terhadap nara pidana.


"Kau sudah siap nak?"


"siap pak"


Giandra mengatakan hal tersebut kepada Bapak dan Ibu nya.


"Baiklah,mari kita tunggu kedatangan pak Surjono"


Sang bapak mengatakan hal tersebut sambil menepuk-nepuk pundak Giandra,dan tak beberapa lama pak Surjono pun muncul di hadapan mereka.


"Selamat pagi pak Surjono, perkenalkan saya Bapak dan Ibu dari Giandra, karena kita terbatas oleh waktu langsung saja pada pokok pembicaraan"

__ADS_1


"Siang pak,bu, silahkan"


"Baiklah kedatangan kami kemari adalah ingin meminta mbak Amanda untuk menjadi istri dari anak kami yang bernama Giandra,mohon maaf kami tidak bisa mengadakan acara lamaran untuk putri bapak,kami mengatakan keseriusan kami terhadap putri bapak dengan akan hal ini dengan datang ke tempat ini dan langsung bertemu dengan pak Surjono"


Sang bapak Giandra mulai berbicara dan pak Surjono hanya diam menahan haru.


"Terima kasih untuk semua keluarga Giandra yang telah datang kemari dan menemui saya untuk mengatakan hal yang serius ini,sungguh sebagai orang tua dari Amanda saya sangat terharu dengan kedatangan bapak dan ibu"


"Saya menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada anak saya Amanda,namun dari saya pribadi saya menerima semua hal baik ini,terima kasih untuk keluarga dari mas Giandra yang mau menerima keadaan Amanda apa adanya"


Pak Surjono mengatakan hal tersebut sambil menangis,hatinya tak kuasa menahan haru ketika ada seorang laki-laki terpandang akan memberikan status yang jelas untuk putrinya tersebut.


"Baiklah pak Surjono,karena semuanya sudah tidak ada masalah,maka pernikahan akan segera kami laksanakan minggu depan"


"Tapi kami mohon maaf,jika pada nantinya pernikahan akan di lakukan dengan sederhana dan tertutup,hal tersebut untuk menghindari pembicaraan wartawan yang sampai saat ini masih suka untuk memburu berita mbak Amanda dan pak Surjono"


"Saya mengerti pak,lakukan saja,apa yang bapak pandang baik,saya sungguh-sungguh memberikan restu untuk Amanda dan mas Giandra"


"Baiklah,lalu bagaimana Giandra apakah kira-kira pak Surjono bisa menghadiri pernikahan ini?"

__ADS_1


"Giandra yang sejak tadi memilih untuk diam pada akhirnya berbicara"


"Sepertinya tidak bisa pak, pernikahan ini adalah pernikahan dadakan sedangkan izin khusus hanya diberikan kepada tahanan yang betul-betul darurat"


"Ya nak,bapak mengerti,kondisi bapak yang saat ini berada di dalam penjara tidak akan mungkin untuk menghadiri pernikahan kalian,bapak hanya meminta setelah kalian nanti menikah kirimkan bapak foto pernikahan kalian berdua"


"Itu pasti pak Surjono kami akan mengirimkan semua foto tersebut kepada Bapak"


"Terima kasih mas Giandra"


"Baiklah pak,jam kunjungan sudah habis,kami harus segera pamit pulang"


Giandra mengatakan hal tersebut kepada pak Surjono dan segera beranjak dari tempat duduknya.


Giandra dan ke dua orang tuanya pada akhirnya keluar dari dalam penjara.


"Giandra kembali ke kantor dulu ya pak,bu"


"Nanti dulu Giandra,hari ini aku sudah meminta Anindita untuk menjemput Amanda ke rumah"

__ADS_1


"Untuk apa bu?"


"Kau ini bagaimana sih,ya untuk makan bersama dong,ayo Anindita dan Amanda sudah sampai di restoran.


__ADS_2