
Giandra mengatakan hal tersebut sambil duduk di sofa yang berada di ruang tamu.
Tangan Giandra menutup wajah dan sesekali mengacak - acak rambutnya yang tidak gatal.
"Aku tidak bisa seperti ini terus, cinta masa kecil ku se akan - akan menjadi duri dalam daging antara aku dan Amanda."
Giandra kembali mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri.
"Dan aku sama sekali belum pernah menyelidiki tentang Diana, apakah dia betul - betul wanita yang pernah aku cari, selama ini aku terlalu sibuk dengan banyak hal sehingga tidak dapat memikirkan hal ini, dan pada akhirnya ini semua menjadi boomerang dengan ledakan yang di rasakan oleh Amanda, astaga aku baru menyadarin nya sekarang setelah Amanda meninggalkan aku "
Giandra mengatakan hal tersebut dengan penuh kesadaran dan sekarang duduk termenung sendirian.
"Manda kau ada dimana sayang."
Hati Giandra begitu sedih saat Giandra menyebutkan tentang istrinya Amanda yang sampai saat ini belum diketahui keberadaan nya oleh Giandra.
"Seandainya kau ada di depan ku saat ini, dengan berteriak aku akan meminta maaf kepada mu, kesalahan demi kesalahan yang mungkin sudah membuat hati mu terluka."
Giandra kembali mengatakan hal tersebut sambil merebahkan kepalanya di atas sofa, di tengah dingin nya malam dengan pakaian kerja yang masih lengkap dan dengan kesendirian yang saat ini sedang menyerang, Giandra terlelap, Giandra tertidur di atas sofa, tanpa makan malam, tanpa ada yang merawatnya lagi.
Hidup Giandra mulai serampangan ketika Amanda pergi dari kehidupan nya.
"Selamat pagi Amanda."
Pagi ini Jonas sudah datang ke rumah Amanda.
__ADS_1
"Jonas, kau sudah datang?"
"Tentu saja, semakin pagi akan semakin baik untuk kita bisa berjalan - jalan."
"Ya kau benar, ayo."
Setelah Amanda mengatakan hal tersebut, Amanda segera mengajak Jonas untuk berjalan - jalan keliling sekitar rumah Amanda.
"Jonas, ini sejuk sekali."
Sejenak Amanda dapat melupakan kesedihan nya karena Giandra tidak ada di sampingnya dan Amanda begitu bahagia ketika menghirup udara pagi ini.
"Manda, ayo kita sarapan, nasi pecel di sana enak."
"Ayo."
Amanda dan Jonas segera berjalan ke warung makan tersebut..
"Mbak sama mas nya pesen apa?"
Terdengar pemilik warung makan mulai menanyakan makanan apa yang akan mereka pesan.
"Nasi pecel dua, pakai tempe goreng tepung ya bu."
"Njeh mas."
__ADS_1
Sang pemilik warung segera membuatkan pesanan yang di pesan oleh Jonas dan juga Amanda.
"Ini mbak, mas nasi pecel nya."
"Terima kasih bu."
Jonas segera memakan sarapan paginya tersebut dengan lahap, namun tidak dengan Amanda yang tiba - tiba hanya memandang nasi pecel yang sudah di pesan tersebut.
"Manda kau tidak makan?"
"Jonas yang kini sadar ada yang aneh dengan Amanda segera menanyakan kembali ada apa dengan Amanda."
"Nas, kepala aku pusing dan perut aku mual sekali."
Amanda tiba - tiba saja memegang perutnya dan kepala secara bergantian.
"Biasa mbak kalau hamil muda memang seperti itu."
Sang pemilik warung yang kini berada di dekat Amanda tiba mengatakan semua hal tersebut kepada Amanda.
"Nas aku ingin pulang."
"Tapi kau belum makan apa - apa Manda"
Hai, hai terima kasih sudah membaaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘
__ADS_1