
Ssssst , Nin kita harus percaya bahwa kita mampu untuk mengatasi semua hal ini, kita tidak boleh menggandalkan kekuatan kita sendiri, kita juga harus melibatkan Tuhan bersama dengan setiap keputusan yang akan kita ambil."
Aditya berusaha untuk memberikan penguatan kepada Anindita.
"Dan urusan kau mau anak angkat atau tidak memiliki orang tua sekalipun, itu tidak masalah untuk ku Nin, aku yang nanti akan menjaga mu, aku yang akan bertanggung jawab atas mu."
Perkataan Aditya membuat Anindita terdiam.
"Mas, tidak akan mempermasalahkan hal ini?"
Anindita kembali bertanya kepada Aditya dengan berlinang air mata.
"Tidak Nin, mas sama sekali tidak mempermasalahkan hal ini, pernikahan itu bukan hanya soal keturunan saja Nin."
"Maafkan Anindita mas."
"Hei untuk apa kau meminta maaf Nin?"
"Maaf jika pada nantinya Anindita tidak bisa memberikan keturunan untuk mas Aditya."
"Tidak ada yang perlu untuk di salahkan, kau tau masih banyak anak - anak di luar sana yang membutuhkan kasih sayang orang tua, dan mungkin kita akan menjadi pemilik salah satu dari mereka, jadi aku berharap kau tidak perlu merasa bersalah seperti ini, aku mencintai mu bukan hanya dari kau bisa memberikan keturunan atau tidak."
Aditya memeluk pundak Anindita ketika mengatakan hal tersebut.
__ADS_1
"Ya mas sekarang aku sudah mantap untuk bisa menikah dengan mas Aditya."
Aditya begitu bahagia ketika Anindita menerima permintaan nya kali ini.
"Terima kasih sayang, aku akan segera datang ke rumah untuk menemui bapak dan ibu, sekarang hapus air mata mu."
"Ya mas."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Anindita segera menghapus air matanya.
"Ayo kita pulang, hari sudah malam, dan kita harus beristirahat."
"Ayo mas Aditya."
Anindita mengatakan hal tersebut sambil beranjak dari tempat duduknya dan Anindita berjalan mengikuti Aditya untuk menuju ke parkiran mobil.
"Aku harus bersikap biasa, ya aku harus bersikap biasa dan menanyakan kepada mas Giandra apa yang sebenarnya terjadi, aku tidak boleh hanyut di dalam emosi ku sendiri."
Amanda mengatakan hal tersebut sambil merapikan pakaian tidurnya untuk bersiap menyambut Giandra.
"Selamat malam mas Giandra."
Begitu membuka pintu kamar Giandra mendapati Amanda duduk di kursi dengan pakaian tidur dan riasan yang natural.
__ADS_1
"Selamat malam sayang."
Giandra yang sudah lelah segera menghampiri Amanda dan menciumi punggung Amanda yang terbuka.
"Sungguh aku sangat rindu kepada mu."
Giandra mengatakan hal tersebut sambil menciumi tubuh Amanda di bagian belakang.
"Mas, ayo mas mandi dulu!"
Amanda berusaha untuk melepaskan pelukan dari Giandra dengan perkataan nya itu.
"Bagaimana jika aku tidak mau mandi?"
"Maka aku tidak akan mau aku sentuh mas!"
Giandra langsung berhenti mencium punggung Amanda.
"Ya,ya baiklah aku akan mandi untuk mu sayang."
Setelah mengatakan hal tersebut Giandra segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Ayo Manda kau harus kuat, kau harus kuat!"
__ADS_1
Amanda mencoba untuk menghapus air matanya yang mulai kembali mengalir, tiba - tiba saja Amanda mengingat setiap perkataan dari Diana dan hal tersebut yang membuat hatinya begitu sakit saat di sentuh oleh Giandra.
Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘