PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
JONAS DATANG LAGI


__ADS_3

Giandra membawa Amanda yang masih telanjang untuk masuk ke dalam pelukannya lebih dalam.


Amanda yang masih bisa merasakan dekapan dan nafas laki - laki yang kini memberikan pelukan lebih memilih untuk mengikuti nalurinya untuk tenggelam di dalam pelukan dari Giandra.


"I love you."


Giandra membisikkan perkataan nya tersebut ke telingga Amanda, dengan penuh kebanggaan Giandra berhasil memenangkan pertarungan nya dengan baik pada malam hari ini.


Dengan rasa letih yang bercampur dengan rasa bahagia Giandra tertidur dengan memeluk erat istrinya seakan tidak mau untuk melepaskan.


"Astaga, apa yang terjadi semalam?"


Pagi ini Amanda bangun dengan sangat terkejut karena mendapati dirinya berbalutkan selimut tebal dan dalam keadaan telanjang.


Amanda melihat ke sisi tempat tidurnya dan sudah tidak menemukan siapapun.


"Semalam aku....."


Amanda berhenti berbicara dan kembali mengingat - ingat setiap detik kejadian demi kejadian yang membuatnya terhanyut di dalam gairah.


"Astaga, jadi semalam aku dan mas Giandra...."


Amanda kembali menghentikan kata - katanya lagi dan kembali masuk ke dalam selimut tebalnya.


"Arrrh kau bodoh sekali Manda, kenapa kau begitu gampang terhanyut sikap manisnya ,kenapa kau begitu gampang untuk tidur dengan laki - laki itu, kau kan sedang marah, kau kan sedang kesal, dan sekarang kau malah .....arrrrrrh Manda bodoh, Manda bodoh, Manda bodoh."

__ADS_1


Hal tersebut yang terus dikatakan oleh Amanda sambil memukul - mukul kepalanya dengan perlahan.


"Tenang Amanda, tenang hal semalam tidak akan terjadi lagi, aku jamin, ya pasti!"


Amanda mencoba memberikan penguatan terhadap dirinya sendiri agar Amanda bisa lebih tenang.


"Baiklah mandi akan membuat hati ku lebih baik."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Amanda segera bangun dari tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Ini kenapa tidak bisa hilang?"


Begitu masuk ke dalam kamar mandi dan melihat tubuh nya di kaca, Amanda begitu kaget karena hampir sekujur tubuhnya sudah penuh dengan tanda cinta dari Giandra.


Amanda mencoba kembali mengusap tanda - tanda cinta pemberian dari Giandra tersebut namun tanda - tanda itu pada akhirnya tetap tidak bisa hilang.


"Isssssh, mas Giandra kau benar - benar jahat!"


Dan setelah Amanda mengatakan hal tersebut Amanda segera keluar dari kamar mandi dan menggunakan pakaiannya.


Dengan sekuat tenaga Amanda mencoba untuk menutup lehernya dengan syal, namun tanda tersebut akan tetap terlihat dengan sempurna.


"Mbak Amanda."


Tiba - tiba terdengar ketukan pintu kamarnya

__ADS_1


"Ya bi"


"Ada tamu"


"Siapa bi?"


"Mas Jonas mbak."


Deg


detik itu juga Amanda ingin menghilang dan tidak ingin bertemu dengan siapapun, dengan cepat Amanda mengambil syal dan mencoba untuk menutupi tanda - tanda pemberian Giandra tersebut kepadanya.


"Baiklah bi, sebentar lagi aku turun, minta tolong katakan kepada Jonas untuk tetap menunggu nya di teras, jangan biarkan Jonas masuk ke dalam ya bi."


"Ya mbak Amanda."


Amanda mengatakan semua perkataan nya tersebut dengan membetulkan syalnya Dan segera setelah itu turun ke lantai satu untuk menemui Jonas.


"Hei Manda apa kabar?"


Terdengar suara bass milik Jonas yang sudah sangat Amanda hafal.


"Jonas, untuk apa kau pagi - pagi sudah datang kemari?"


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘

__ADS_1


__ADS_2