
"Sekarang tidurlah, esok hari ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepada mu."
"Hal yang ingin di sampaikan? kenapa tidak malam ini saja mas?"
"Aku sedang tidak ingin menganggu kita yang sedang bercinta di atas tempat tidur, tidurlah tidak ada yang terlalu Penting yang harus aku sampaikan esol hari."
Giandra mengatakan hal tersebut untuk Lebih lagi menyakinkan Amanda bahwa semua akan baik - baik saja.
Dengan cepat Amanda kembali terlelap di dalam pelukan dari Giandra.
"Esok akan menjadi hari yang panjang untuk kita sayang."
Giandra mengatakan hal tersebut kepada Amanda yang sudah tertidur dan langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Baiklah,aku mengerti, jadi seperti itu, jika memang hal itu yang anda dapatkan muncul sebagai saksi ku untuk yang terakhir."
Dan setelah mengatakan hal tersebut dengan seseorang di ponsel, Giandra segera menyelesaikan panggilan nya di ponsel.
"Sungguh di luar dugaan ku, besok akan betul- betul menjadi sebuah hari yang penuh dengan kejutan, sayang aku pastikan orang tua mu akan segera mendapatkan keadilan."
Giandra mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Amanda berkali - kali dan pada akhirnya ikut terlelap di samping Amanda.
"Selamat pagi."
Saat Giandra bangun pagi ini sudah ada satu orang wanita yang berada di sampingnya Dan mengucapkan hal tersebut dengan tersenyum.
__ADS_1
"Pagi nyonya Giandra."
Giandra mencium kening Amanda dengan mesra sebagai bentuk ucapan selamat paginya.
"Mandilah, karena kita akan ke suatu tempat."
"Ke suatu tempat?"
Amanda nampak bingung dengan perkataan dari Giandra.
"Ya suatu tempat yang tentu kau sangat ingin menghadiri nya."
"Dimana?"
"Pengadilan sayang."
"Ya hari ini adalah agenda sidang pak Surjono, dan kau harus melihat hal apa yang akan aku lakukan disana."
Amanda yang masih belum mengerti maksud Giandra tetap tersenyum karena hari ini Amanda pada akhirnya di izinkan oleh Giandra untuk mengikuti sidang Ayahnya.
"Berarti mas akan mengajak aku untuk ikut ke persidangan dan bertemu dengan bapak?"
"Ya tentu saja,jadi aku ingin istriku ini tampil cantik ketika akan bertemu ayah nya nanti."
"Baiklah mas aku akan bersiap - siap, mas mau makan apa untuk sarapan nanti?"
__ADS_1
"Apa saja yang penting kau yang melayani aku."
"Baiklah mas."
Dengan segera Amanda beranjak dari tempat tidur namun tangan Giandra masih memegang erat tubuhnya.
"Mas lepaskan Amanda, bagaimana Amanda bisa bersiap -siap jika ma Giandra memegang tubuh Amanda seperti ini?"
"Kau baru boleh pergi setelah kau memberikan ciuman kepadaku."
"Baiklah mas Giandra."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Amanda mencium kening Giandra, dan semua area wajah Giandra.
"Bagaimana apakah aku sudah boleh bangun?"
"Silahkan nyonya Giandra."
Dan setelah itu Amanda segera berlari menuju ke dalam kamar mandi, tubuh polosnya yang berlari ke arah kamar mandi membuat Giandra yang memandang nya langsung tersenyum.
"Sayang aku janji hari ini semua air mata yang telah kau keluarkan akan aku gantikan dengan kebahagiaan untuk mu."
Giandra mengatakan hal tersebut sambil tersenyum di atas tempat tidur, satu pertunjukan yang akam Giandra siapkan di meja hijau tentunya akan membuat Amanda bahagia.
Giandra sudah sangat tidak sabar.
__ADS_1
Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘