
Anindita menangis sambil mengatakan hal tersebut.
"Hei,jangan menangis,aku percaya bahwa suatu saat kau akan menemukan satu laki-laki yang betul-betul mencintai mu"
"Dan itu bukan mas Giandra kan?"
"Ya dan itu pasti nya bukan aku Nin"
Giandra kembali mengatakan hal tersebut kepada Anindita,dengan tangannya Giandra mengambil tissue yang berada di atas meja Dan menghapus air mata Anindita,satu kelembutan yang Giandra tunjukan dan tidak banyak yang mengetahui sisi Giandra yang seperti ini.
"Mas,boleh aku bertanya sesuatu hal kepada mas Giandra?"
"Katakan"
"Mas menikah dengan mbak Amanda atas dasar apa?"
Giandra yang sedang menghapus air mata Anindita langsung terdiam untuk beberapa saat.
"Mas,jawab Anindita mas"
Anindita yang melihat Giandra terdiam kini semakin penasaran.
__ADS_1
"Untuk saat ini mas tidak bisa memberikan jawaban apapun kepada mu,mas hanya merasa ingin melindungi gadis itu,dan kau juga tau apa yang telah mas lakukan kepadanya,mas ingin bertanggung jawab untuk setiap hal itu"
Perkataan Giandra membuat Anindita terdiam,baru kali ini Anindita melihat sisi yang lain dari dalam diri Giandra,di balik ke angkuhan dan mulut pedas nya,ada satu sisi yang lain yang tidak diketahui banyak orang.
"Mas,saat ini jujur Anindita belum bisa untuk melupakan mas Giandra, namun Anindita akan berusaha untuk melakukan hal itu, boleh Anindita mengatakan sesuatu?"
"Katakan saja Nin"
"Jika mas Giandra benar-benar ingin menikah dengan mbak Amanda,pesan Anindita jangan kau permainan hati mbak Amanda,dia gadis yang baik mas, hidupnya sudah terlalu banyak menderita, Anindita berharap kehidupan pernikahan nya akan membuat mbak Amanda menjadi lebih baik lagi,jaga mbak Amanda seperti mas menjaga diri mas sendiri"
Semua perkataan Anindita membuat Giandra terdiam.
"Aku tidak bisa mengatakan banyak hal lagi kepada mu Nin"
"Mas mungkin tidak akan pernah bisa mengatakan dengan mulut mas Giandra,namun aku yakin mas akan melakukan hal tersebut dengan sangat baik"
Anindita mengatakan hal tersebut dengan tersenyum dan Giandra hanya bisa mengusap kepala Anindita dengan lembut.
"Mas boleh Anindita meminta satu permohonan kepada mas Giandra?"
"Katakan saja Nin"
__ADS_1
"Boleh Anindita memeluk mas Giandra? Anindita berjanji ini untuk yang terakhir kali nya"
"Lakukanlah"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil merentangkan tangan nya.
Mas sebenarnya kau itu laki-laki yang sangat baik,namun tidak semua orang tau tentang hati mu mas Giandra.
Anindita mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.
"Sudah belum Nin meluk nya?"
Perkataan Giandra langsung kembali membuat Anindita tersadar.
"Sudah mas, baiklah mas aku harus kembali ke dalam ruangan ku,ada beberapa hal yang harus aku harus aku kerjakan"
Anindita mengatakan hal tersebut sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Ya masih banyak hal yang harus kita kerjakan Nin"
Anindita hanya tersenyum dengan semua perkataan Giandra dan dengan perlahan melangkahkan kaki keluar dari ruangan Giandra.
__ADS_1
Pagi ini menjadi hari yang betul-betul tidak terduga bagi Anindita,dengan gampang Anindita bisa merelakan Giandra yang tidak bisa membalas perasaan nya,dan di hari ini Anindita dapat melihat sisi lain dari Giandra yang tidak di ketahui banyak orang.
Mbak Amanda,mas Giandra itu adalah orang baik.