PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
NIKAH PAKSA


__ADS_3

Amanda jangan!"


Jonas kembali mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku hitung sampai tiga,satu,dua"


Dan pada hitungan ke dua Amanda langsung masuk kembali ke dalam rumah.


"Kau lihat dia begitu patuh kepada ku,jadi kau tidak akan pernah bisa macam-macam"


Giandra mengatakan hal tersebut kepada Jonas dengan gaya nya yang arogan.


"Ya,dan di dalam tangan mu juga dia menderita"


Jonas mengatakan hal tersebut kepada Giandra dengan membentak nya.


"Sejak kapan dia menderita? aku mencukupkan semua yang di butuhkan disini"


"Ya,tapi kau tidak pernah membuat hatinya penuh,ingat bahwa bukan harta saja yang di butuhkan oleh wanita, namun perlakuan seorang laki-laki sejati,laki-laki sejati tidak akan menutupi rasa cintanya,laki-laki sejati akan memperlakukan wanita dengan baik"


Deg


Perkataan Jonas membuat jantung Giandra berdegup kencang dan mulai tersinggung.


"Ingat aku akan mengambil dia dari tangan mu"


Ancaman Jonas terhadap Giandra sangat serius dan hal inilah yang membuat Giandra semakin marah.

__ADS_1


"Dan kau tidak akan pernah bisa mengambil dia dari tangan ku,karena sebentar lagi aku akan menikah dengan nya


"


Perkataan sembarangan itu tiba-tiba saja terlontar dari mulut Giandra.


"Coba saja kalau kau berani"


"Baiklah sebentar lagi kau akan menerima undangan pernikahan kami"


Jonas sangat marah dengan perkataan Giandra dan pada akhirnya memutuskan untuk pergi.


"Dan aku akan membuktikan perkataan ku tadi,apa yang tidak mungkin akan menjadi mungkin di tangan pengacara Giandra"


Setelah mengatakan hal tersebut, Giandra langsung menghubungi seseorang melalui ponselnya dan setelah itu Giandra segera masuk ke dalam rumah.


Ketika Giandra masuk ke dalam rumah, Giandra di kagetkan dengan pertanyaan Amanda.


"Itu akan menjadi hak ku"


"Apa maksud mas Giandra?"


"Karena kita akan menikah minggu depan"


Perkataan singkat Giandra mampu membulatkan mata Amanda.


"Kau gila mas"

__ADS_1


"Aku tidak gila"


"Mana mungkin aku menikah dengan mu?"


"Mungkin saja,kenapa tidak"


"Aku tidak mau!"


"Ya sudah aku akan mencabut semua pembelaan bapak mu yang sebentar lagi bisa bebas, sekarang tinggal menjadi pilihan mu seperti apa"


"Mas kau jahat!"


"Aku tidak jahat,aku hanya memberikan mu pilihan!"


"Kenapa kau selalu membuat ku menderita mas,kau bisa menikahi gadis di luar sana yang lebih cantik dari ku kenapa kau memperlakukan aku seperti ini"


Air mata Amanda mulai menetes saat Amanda mengatakan semua hal tersebut kepada Giandra.


"Terserah aku pada akhirnya mau menikah dengan siapa,jika aku tidak mau menikah dengan mereka kau mau apa?"


Amanda yang hendak membalas perkataan Giandra kini mulutnya sudah tidak bisa lagi berkata-kata dan memilih berlari masuk ke dalam kamar dan mengunci kamar tersebut.


"Kunci saja kamar itu terus,minggu depan aku yang akan menjadi penghuni kamar itu bersama dengan mu!"


Giandra berteriak kepada Amanda dan setelah itu meninggalkan rumahnya untuk menuju ke kantor.


"Tuhan,hal apa lagi yang akan terjadi dengan ku?, kenapa perjalanan hidup ini semakin sakit?apakah aku perlu mengulang bunuh diri sekali lagi?lalu bagaimana jika aku gagal mati lagi?"

__ADS_1


Amanda mengatakan hal tersebut sambil terduduk di belakang pintu kamarnya,ke dua tangannya Amanda pakai untuk menutupi wajahnya yang saat ini sedang menangis.


__ADS_2