PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
SURAT AMANDA


__ADS_3

Deg


Amanda kembali terdiam dengan semua hal yang saat ini sedang di minta oleh Giandra, dari dalam lubuk hatinya Amanda sedang tidak ingin untuk melakukan hal itu, hatinya masih sakit, namun di satu sisi dia tidak akan mungkin tega untuk menolak permintaan suaminya sendiri.


"Baiklah mas Giandra, namun matikan lampunya."


"Kenapa harus di matikan?"


"Karena aku sedang ingin seperti itu, apakah mas Giandra keberatan?"


"Tentu tidak, aku akan melakukan seperti yang kau inginkan."


Giandra langsung mematikan lampunya, dan Giandra langsung menyerang Amanda.


Amanda hanya bisa pasrah dengan apa yang Giandra lakukan, air mata Amanda mengalir, Amanda menangis di dalam diam.


Di dalam ruangan yang gelap saat Amanda melayani hasrat suaminya, di saat itulah Amanda merasakan hatinya begitu sakit, hatinya begitu perih karena perkataan Diana bahwa Giandra berbohong mencintainya, Giandra melakukan hal tersebut karena Amanda hanyalah pemuas nafsu nya saja.


Malam hari ini Amanda sama sekali tidak menikmati apa yang biasa dia nantikan, dengan penuh air mata tanpa suara Amanda membiarkan tubuhnya di sentuh secara brutal oleh Giandra...

__ADS_1


Dan pada akhirnya Giandra terlelap dengan permainan panjangnya dan Amanda menangis melihat Giandra yang langsung tertidur usai melakukan semua hal tersebut.


Mas , apakah benar apa yang dikatakan mbak Diana tentang mu? apakah benar bahwa aku adalah pemuas nafsu mu saja? sekarang kau malah tidur dan membiarkan aku seperti ini.


Dengan membalikan badan dan menangis Amanda memeluk bantal dan berusaha untuk tidak mengeluarkan suara saat Amanda menangis.


Malam hari ini ada seorang wanita yang melayani suaminya dengan penuh air mata dan rasa sakit, rasa sakit karena Giandra tidak pernah mau jujur tentang masa lalunya terhadap Amanda, rasa sakit terhadap perkataan Diana yang tak juga Amanda ceritakan kepada Giandra.


Dengan pemikiran nya masing - masing pada akhirnya Amanda ikut terlelap di dalam tidur panjangnya.


Rasa sesak di hati membuat pikiran Amanda menjadi tidak sehat dan terus terbayang - bayang wajah dan perkataan Diana.


"Sayang, kau dimana? kau dimana?"


"Sayang, kau di dalam?"


Giandra mencoba untuk mengetuk pintu kamar mandi, namun tidak ada jawaban dan hal tersebut yang pada akhirnya membuat Giandra untuk memutuskan masuk ke dalam dan begitu sampai di dalam Giandra tidak menemukan Amanda.


Dengan cepat Giandra segera memakai pakaian tidurnya dan langsung turun ke bawah.

__ADS_1


"Bibi, bibi apakah Amanda ada di dapur?"


Namun begitu Giandra sampai di dapur Giandra sama sekali tidak melihat Amanda berada di sana.


"Mas Giandra."


"Bi Amanda dimana?"


"Bibi tidak tau mas, namun tadi pagi - pagi mbak Amanda menitipkan ini kepada bibi."


Bibi memberikan Giandra satu amplop putih dan Giandra langsung membuka amplop tersebut..


Selamat pagi mas Giandra...


Mas maafkan Amanda jika pagi ini mas Giandra bangun, mas Giandra tidak menemukan Amanda lagi di sebelah mas Giandra.


Amanda minta izin kepada mas Giandra untuk pergi sebentar, pergi menenangkan diri Amanda.


Mas, Amanda mohon jangan cari Amanda, biarkan Amanda untuk berpikir sejenak.

__ADS_1


Mas Giandra, Amanda sayang dengan mas Giandra, Amanda mohon selama Amanda pergi jangan lupakan kasus bapak ya mas, karena hanya bapak satu - satunya keluarga yang Amanda punya.


Hai, hai terima kasih sudah membaaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘


__ADS_2