PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
SUASANA SIDANG PERTAMA


__ADS_3

Ini kenapa aku tidak pernah mengizinkan mu ikut"


Giandra membisikkan hal tersebut kepada Amanda.


"Sekarang kau harus tetap menjawab mereka, jawab sebisa mu saja,tidak perlu banyak -banyak menjawab nya"


Giandra membisikkan hal tersebut kepada Amanda serta menggengam tangan Amanda


Dengan langkah yang mantap Giandra dan Amanda berjalan memasuki ruang sidang.


Anindita yang berada di belakang mereka hanya menatap mereka berdua,saat itu Giandra sudah sama sekali tidak memperdulikan Anindita,yang ada di pikiran Giandra adalah Amanda saja


Dengan tega Giandra membiarkan Anindita menjawab pertanyaan demi pertanyaan cercaan wartawan soal kasus keluarga Joyodiningrat, sementara Giandra dan Amanda lewat begitu saja.


"Mas,mbak Anin kemana mas?"


Saat Giandra mengantarkan Amanda duduk di kursi Amanda baru sadar bahwa kini dia tidak melihat Anindita.


"Ah mungkin dia sedang sibuk menjawab wartawan,sudah biarkan saja itu memang perkerjaaan nya"


Giandra mengatakan hal tersebut kepada Amanda,namun Amanda masih dengan jelas mengingat tatapan Anindita yang tidak suka ketika dia dekat-dekat dengan Giandra.

__ADS_1


"Baiklah mas Giandra"


Amanda pada akhirnya memilih untuk diam,karena hal itu dia lakukan agar hati Giandra tetap bisa terjaga dengan baik karena Giandra akan membela bapaknya di dalam persidangan nanti..


"Ingat,kau harus tetap disini apapun keadaan nya nanti,jika kau membantah atau selesai sidang aku tidak menemukan mu di kursi ini lagi, maka aku tidak akan mengajak mu untuk pertemuan sidang selanjutnya,apa kau mengerti?"


"Ya mas Amanda mengerti!"


"Awas jika kau melanggar nya"


Setelah mengatakan hal tersebut Giandra berdiri dan duduk di kursi pembela di depan bersama dengan Anindita yang baru saja datang.


"Cih bisanya tidur dengan pengacara terkenal agar bisa mendapatkan pembelaan,aku jijik melihatnya mas"


Citra kakak Amanda sengaja mengeraskan suaranya agar Amanda bisa mendengar semua perkataan yang di ucapkan olehnya.


"Citra lebih baik kita konsentrasi terhadap persidangan ini saja,jangan kepada yang lainnya"


Prasetya suami Citra berusaha membuat Citra agar tidak terus menghina Amanda.


Hati Amanda sedih sekali ketika kakak perempuan yang dulu dia sayangi,kini sekarang berubah menjadi musuhnya.

__ADS_1


Sabar Manda kau tidak boleh menjawab setiap hal yang di katakan oleh mbak Citra..


Amanda mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil berusaha untuk menahan air matanya.


Tak beberapa lama orang yang saat ini dinantikan oleh Amanda pada akhirnya muncul.


"Bapak"


Amanda memanggil pak Surjono pelan,hatinya sangat sedih ketika pak Surjono datang dan di duduka di kursi terdakwa.


Sepanjang persidangan Amanda mendengarkan tuntutan Jaksa terhadap pak Surjono di sertai dengan bukti.


Amanda juga mendengarkan Giandra yang kali ini terlihat lain di mata Amanda,satu laki-laki yang membuat kesal Amanda kini di meja hijau mati-matian memberikan pembelaan nya terhadap pak Surjono,sejenak Amanda melupakan semua kejahatan Giandra terhadap dirinya dan begitu terpesona kepada Giandra.


"Baiklah sidang akan kita lanjutkan minggu depan"


Terdengar ketukan palu dari Hakim dan detik itu juga sidang berlanjut minggu depan.


"Bapak"


Hal tersebut yang kembali di ucapkan Amanda dengan suaranya yang lirih, Amanda tidak bisa berlari untuk menghampiri pak Surjono,karena dia sudah berjanji kepada Giandra untuk tetap berada di tempat duduknya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2