PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
INFORMASI MISTERIUS


__ADS_3

Maafkan aku Jonas."


Amanda hanya bisa mengatakan hal tersebut lalu kembali masuk ke dalam rumah.


Sementara itu di kantor di dalam ruangan Giandra.


"Mas, kenapa mas tersenyum sendiri?"


Anindita masuk ke dalam ruangan dan melihat Giandra tersenyum sendiri sambil memandang ke arah laptopnya..


"Ah tidak ada masalah serius Nin."


"Lalu kenapa mas Giandra tertawa?"


"Aku hanya sedang melihat sinetron di dalam laptop ku."


"Sinetron?"


Anindita kini merasa sangat heran karena seumur hidupnya Anindita tidak pernah melihat Giandra menonton sinetron.


"Sudahlah apa yang ingin kau katakan Nin? mengapa pagi - pagi sekali kau sudah berada di ruangan ku?"


Anindita yang sadar akan tujuan awalnya kenapa berada di ruangan Giandra kini kembali duduk dengan tenang.


"Ini mas, agenda sidang pak Surjono"


Anindita memberikan satu berkas kepada Giandra dan Giandra melihat isi berkas tersebut..

__ADS_1


"Jadi tiga hari lagi sidang pak Surjono?"


"Ya mas Giandra dan ini adalah sidang penentu untuk kasus pak Surjono selanjutnya."


"Ya aku tau Nin, aku sudah mendapatkan saksi yang lebih kuat daripada saksi yang sebelumnya."


Anindita langsung mengernyitkan dahi ketika Giandra mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Saksi lain? apa maksud mas Giandra?"


Lalu Giandra menceritakan kepergian nya ke Surabaya dan bertemu dengan Mr.Johan.


"Ah jadi itu alasan mas Giandra sehari setelah pernikahan mas Giandra langsung pergi meninggalkan mbak Amanda?"


"Ya Nin lebih cepat akan lebih baik."


"Baiklah alasan kali ini bisa di terima mas, aku akan selalu mendukung rencana mas Giandra jika rencana itu adalah rencana yang baik."


Giandra mengatakan hal tersebut sambil tersenyum ke arah Anindita.


"Adik mu ini memang selalu menjadi adik yang terbaik mas."


Anindita tersenyum dengan semua hal yang telah dikatakan oleh Giandra.


"Lalu bagaimana hubungan mu dengan Adit?"


Deg

__ADS_1


Anindita langsung menundukkan wajahnya begitu Giandra mengatakan hal tersebut.


"Kami hanya berteman mas."


"Isssssh aku bukan laki - laki yang tidak dewasa sehingga memandang kalian hanya sebatas pertemanan saja."


"Sungguh mas Giandra kami belum terikat di dalam hubungan apapun."


"Baiklah, saran ku jangan terlalu lama mengantung perasan orang, Adit adalah laki - laki yang baik dan sudah selayak nya mendapatkan kesempatan dari adik ku yang cantik ini."


Giandra mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.


"Hmm perkataan mas Giandra akan aku pertimbangkan nanti, baiklah mas karena tidak ada yang perlu untuk kita bicarakan lagi, aku akan kembali ke ruangan ku."


Anindita pada akhirnya memilih untuk berdiri dari tempat duduknya dan kembali ke ruangan agar bisa menghindar dari Giandra.


"Kau lucu sekali Anindita."


Giandra kembali mengatakan hal tersebut sambil melihat laptopnya.


"Dan kau Jonas, hari ini kau baru mendapatkan penolakan Dari istriku, sungguh memasang CCTV tanpa sepengetahuan Amanda adalah hal yang sangat menguntungkan bagi ku,lihat saja nanti malam aku akan kembali menerkam mu lagi."


Giandra mengatakan hal tersebut dengan tersenyum nakal dan kembali mulai membayangkan lekuk tubuh istri nya tersebut.


Sementara itu di lain tempat.


"Jadi apakah informasi yang aku terima ini adalah betul -betul Informasi yang akurat?"

__ADS_1


"Tentu saja mbak Diana."


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘


__ADS_2