
Citra berteriak sangat kencang ketika mengetahui kebenaran yang telah terjadi, hatinya tidak kuasa untuk menerima setiap hal yang saat ini berada di depan matanya.
"Kau dasar kau wanita pelacur! kau tau aku adalah kekasih adik mu dan kau berani-beraninya kau menggoda ku hah?"
"Aku bodoh masuk ke dalam perangkap mu, dan aku benci kepada keluarga mu, itu sebabnya aku ingin membunuh salah satu dari keluarga mu, aku mengetahui perselingkuhan nyonya Joyodiningrat dengan pak Surjono dengan tidak sengaja."
Prasetya mengatakan semua hal tersebut dengan mengarahkan tangannya ke arah Citra, Prasetya marah di depan banyak orang Prasetya marah di depan semua media yang meliput persidangan Joyodiningrat saat ini.
"Semuanya tenang!"
Hakim langsung berteriak dengan sangat kencang karena kini telah terjadi keributan di ruang sidang.
"Sidang akan di tunda tiga minggu ke depan."
Hakim mengatakan semua hal tersebut dengan ketukan palu dan setelah mengatakan hal tersebut Hakim langsung keluar dari ruang sidang.
Para aparat langsung bertindak cepat untuk menangkap Prasetya, pengakuan nya membuat hari ini juga mengalami penangkapan.
"Mas Nico, suami ku tidak bersalah mas, jangan tangkap dia!"
Citra yang masih tidak percaya dengan pengakuan yang telah di buat oleh Prasetya di depan umum mencoba untuk memohon kepada Nico agar tidak menangkap nya.
__ADS_1
"Maafkan kami mbak Citra, mas Prasetya harus kami tahan untuk di lakukan penyelidikan selanjutnya.
"Bawa aku saja ke penjara! lebih baik aku tinggal di penjara daripada harus hidup dengan wanita ular seperti dia!
Prasetya berteriak sangat kencang kepada Citra ketika Citra mencoba untuk memohon kepada aparat.
"Mas Prasetya!"
Citra memangil kembali nama suaminya di hadapan banyak orang, namun Prasetya mengabaikan setiap panggilan nya.
"Mas, mas, mas."
Citra berlari sambil menangis mengejar Prasetya yang kini mulai di bawa oleh aparat.
"Ayo kembali pulang!"
"Apa bapak tidak ingin untuk menyapa mbak Amanda terlebih dahulu?"
"Untuk apa dia bukan anak kandung ku lagi!"
Dan dengan tenang tuan Joyodiningrat berjalan melewati Amanda yang masih duduk di kursinya.
__ADS_1
"Bapak, papa ini Amanda pa, Papa!"
Amanda berusaha untuk mengejar tuan Joyodiningrat namun banyaknya pengawal membuat Amanda tidak bisa untuk mengejarnya lagi.
"Sudah, sudah kau di lihat banyak orang."
Giandra yang mengetahui perbuatan Amanda segera menarik lengan Amanda.
"Mas bapak tidak mau lagi bertemu dengan ku mas, padahal semua bukti sudah mengatakan jika bapak Surjono tidak bersalah."
Amanda mengatakan hal tersebut sambil menangis di dalam pelukan Giandra, suasana ruang sidang yang sudah cukup kacau membuat semua orang tidak peduli ketika Giandra memberikan pelukannya terhadap Amanda.
"Sudah, ayo kita temui bapak Surjono."
Amanda yang mendengarkan perkataan Giandra segera menghapus air matanya dan langsung mengikuti langkah kaki Giandra untuk bertemu dengan bapak Surjono.
"Bapak."
Amanda langsung memeluk bapak Surjono, jeruji besi masih menghalangi pelukan mereka berdua,namun kini Amanda sangat bahagia ketika pada akhirnya bisa kembali bertemu dengan ayah kandung nya.
"Nak bapak rindu sekali dengan mu nak"
__ADS_1
Bapak Surjono langsung menangis ketika bertemu dengan putri Kandung nya.tersebut.
Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘