PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
ISI AMPLOP GIANDRA


__ADS_3

Bibi menyerahkan satu amplop sedang kepada Amanda.


"Ini apa bi?"


Amanda mengatakan hal tersebut sambil meraba - raba isi amplop tersebut.


"Bibi kurang tau mbak"


Dan setelah sarapan Amanda segera masuk ke dalam kamar dan membuka amplop yang diberikan Giandra kepadanya.


"Astaga kartu kredit, uang tunai, astaga ini banyak sekali, ini untuk apa?"


Amanda begitu kaget ketika membuka isi amplop tersebut dan tiba - tiba saja ponsel Amanda berbunyi.


"Mas Giandra video call? kenapa ya?"


Amanda melihat layar ponselnya kini ada nama Giandra.


"Ya mas Giandra ada apa?"


Begitu Amanda mengangkat nampak wajah Giandra yang masih berada di bandara.


"Pesawat ku baru saja mendarat, bagaimana apakah kau sudah menerima amplop yang aku titip kepada bibi?"


"Iya mas sudah ini amplop nya"

__ADS_1


Amanda mengatakan hal tersebut sambil menunjukan amplop tersebut kepada Giandra.


"Bagus, kau pakai itu, dan harus habis dalam waktu satu bulan, jika tidak habis nanti aku akan beban kan menjadi hutang sisa uang tunai tersebut, kartu kredit harus ada transaksi di dalam satu bulan, jika sampai tidak ada transaksi pembelian apapun, maka aku akan meminta mu untuk membayar semua gaji Karyawan ku dengan kartu kredit itu."


Perkataan Giandra kini membuat Amanda terdiam, karena Amanda bingung harus mengatakan hal apa kepada Giandra.


"Hei jangan bengong jika suami sedang menghubungi!"


Giandra mengatakan hal tersebut di dalam panggilan video call nya.


"Mas maaf ini terlalu banyak, aku tidak tau harus belanja apa mas dengan uang sebanyak ini."


"Ya aku tidak mau tau, dan ingat aku paling tidak suka di bantah, apa kau mengerti!"


Amanda melihat wajah Giandra di ponsel yang tiba - tiba menjadi galak, dan karena Amanda sedang malas untuk berdebat pada akhirnya Amanda memutuskan untuk menganggukan kepalanya.


Hal tersebut yang pada akhirnya Amanda katakan kepada Giandra.


"Mas kenapa tidak membangunkan Amanda saat tadi mas mau pergi?"


"Kau tidur ngorok begitu terus aku harus membangunkan mu yang ngorok?"


"Amanda ngorok mas?"


Amanda langsung mengatakan hal tersebut kepada Giandra, Amanda tidak percaya dengan perkataan suaminya.

__ADS_1


"Ya Iya lah, kau makan apa sih kencang sekali suara ngoroknya."


Amanda langsung menundukkan kepalanya.


"Maafkan Manda ya mas."


"Sudah, sudah pembahasan ini tidak penting, nanti malam aku hubungi kau lagi, ingat kalau kau mau keluar kau harus izin dengan ku, kau harus memakai supir, tidak boleh keluar malam, tidak boleh pergi sendiri, dan jam lima sore sudah harus ada di rumah, jika nanti aku hubungi kau, dan kau masih ada di luar maka kau akan terkena denda, apa kau mengerti?"


Lagi - lagi Amanda di buat tidak mengerti dengan semua peraturan yang dibuat Giandra untuk nya.


"Amanda apa kau mengerti?"


Giandra mengulangi pertanyaan tersebut kepada Amanda.


"Iya, Iya mas, Amanda mengerti!"


Amanda mengatakan hal tersebut karena tidak mau lagi untuk berdebat dengan Giandra.


"Ya sudah!"


Dan setelah mengatakan hal tersebut Giandra langsung mematikan ponselnya.


"Isssst, aneh sekali kau yang menghubungi terus kau yang mematikan dadakan"


Amanda kesal dengan panggilan yang di matikan oleh Giandra dengan tiba - tiba.

__ADS_1


"Ah lebih baik aku memikirkan bagaimana caranya menghabiskan uang ini, sungguh mas Giandra aku sangat bingung bagaimana caranya menghabiskan uang ini"


Amanda mengatakan hal tersebut sambil memandang uang yang saat ini berada di atas tempat tidurnya tersebut.


__ADS_2