
Dan setelah itu Amanda segera berlari menuju ke dalam kamar mandi, tubuh polosnya yang berlari ke arah kamar mandi membuat Giandra yang memandang nya langsung tersenyum.
"Sayang aku janji hari ini semua air mata yang telah kau keluarkan akan aku gantikan dengan kebahagiaan untuk mu."
Giandra mengatakan hal tersebut sambil tersenyum di atas tempat tidur, satu pertunjukan yang akam Giandra siapkan di meja hijau tentunya akan membuat Amanda bahagia.
Giandra sudah sangat tidak sabar dengan semua hal yang akan terjadi pada hari ini,namun semua hal tersebut harus dia simpan terlebih dahulu agar tidak membuat Amanda panik.
Setelah mereka selesai bersiap - siap Amanda dan Giandra segera turun ke lantai 1 untuk menikmati sarapan nya.
"Selamat pagi mbak Amanda dan mas Giandra."
Anindita menyapa pasangan pengantin baru yang sedang di landa cinta tersebut ketika Amanda melihat mereka turun dari lantai 2.
"Pagi Nin, kau tidak langsung ke pengadilan?"
Giandra mengatakan hal tersebut kepada Amanda dan juga Giandra yang kini sudah duduk di kursi makan bersiap untuk mengambil menu sarapan paginya.
__ADS_1
"Tidak mas, Anindita ingin berangkat bersama dengan kalian dari sini."
"Tidak ada masalah Nin, aku senang kau berangkat bersama dengan kami."
Amanda mengatakan hal tersebut kepada Anindita yang kini sudah bersiap untuk menyantap makan paginya tersebut.
"Semuanya sudah beres Nin?"
"Semua beres mas Giandra, termasuk saksi Penting yang akan mas Giandra hadirkan di dalam persidangan nanti."
"Saksi penting?"
"Ya mbak, mas Giandra akan menghadirkan satu saksi kuncil di dalam persidangan hari ini, mungkin itu sebabnya mas Giandra kakak ku yang terkenal dingin ini mengajak mbak Amanda untuk datang juga."
Anindita mengatakan hal tersebut sambil menyentuh tangan Giandra yang sejak tadi hanya bisa diam saja.
"Untuk lebih jelasnya ayo sekarang lebih baik kita berangkat."
__ADS_1
Anindita yang telah menyelesaikan makan malamnya segera beranjak dari kursi makan paginya tersebut.
"Ayo."
Dan Giandra mengatakan hal yang sama kepada ke dua wanita yang saat ini menjadi sangat penting di dalam hidupnya.
Sepanjang perjalanan Amanda masih belum mengerti tentang hal yang telah di katakan oleh Anindita,namun pikiran Amanda tetap lah pikiran yang positive sehingga pada akhirnya Amanda memilih untuk diam.
"Sudah sampai, ayo kita turun."
Anindita mengatakan hal tersebut kepada Amanda dan juga Giandra.
Hari ini Amanda kembali sampai di tempat ini, tempat dimana Amanda harus kembali bertemu dengan keluarga Joyodiningrat, tempat dimana Amanda harus melihat orang yang dia cintai di bawa oleh para aparat dan tempat dimana Amanda memberikan rasa kagum terhadap satu laki - laki yang saat ini sudah mempersiapkan segalanya.
"Seperti biasa, jangan kau pergi dari tempat ini sampai aku yang menghampiri mu nanti, di luar banyak sekali awak media aku hanya tidak ingin kau ketakutan menghampiri ribuan pertanyaan, apakah kau mengerti?"
Giandra mengatakan hal tersebut kepada Amanda setelah mereka masuk ke dalam ruang sidang.
__ADS_1
"Ya mas Giandra."
Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘