PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
MAAFKAN AKU


__ADS_3

Setelah Giandra selesai dengan gairahnya Giandra langsung tertidur memeluk Amanda dan tidak peduli terhadap Amanda yang masih menangis akibat segala sesuatu pemaksaan yang telah dilakukan oleh Giandra padanya di malam hari ini.


Sepanjang malam pada akhirnya Amanda hanya tenggelam di dalam tangisan nya.


Aku benci kau Giandra Wijaya.


Dengan mengigit bantal yang berada di dalam pelukannya, Amanda mengatakan hal tersebut di dalam hati,malam yang kelam untuk seorang gadis yang saat ini sedang mencari sebuah keadilan untuk sang Ayah.


"Astaga apa yang sudah aku lakukan semalam dengan gadis ini"


Pagi ini Giandra terbangun dan mendapatkan dirinya masih dengan erat memeluk Amanda.


"Hei bangun,bangun"


Giandra menepuk pelan Amanda yang masih tertidur dengan pulas.


"Mas,mas kenapa jahat sekali kepada ku?"


Saat Amanda sudah membuka mata,hal itu yang pertama keluar dari mulutnya.


"Aku tidak pernah jahat kepada mu"

__ADS_1


"Maksud mas Giandra apa?lalu semalam mas sangat brutal dalam memperkosa aku!"


Air mata Amanda mengalir deras saat Amanda mengucapkan hal tersebut,hatinya begitu sakit saat Giandra seperti tidak menyadari kesalahan yang telah dia lakukan semalam.


"Hei,bukan salah ku,jika hal semalam itu bisa terjadi"


"Bukan salah Giandra bagaimana?"


"Ya kau kan tinggal bersama dengan ku sebagai jaminan bapak mu,jadi saat kau berada disini aku bebas berbuat sesuka hati ku terhadap mu"


Deg


Hati Amanda hancur saat Giandra mengatakan hal seperti itu kepadanya.


Selesai mengatakan hal tersebut Amanda menarik selimut,membungkus tubuhnya dengan selimut tersebut dan keluar dari kamar Giandra.


"Sial,kenapa aku harus berurusan dengan gadis seperti dia"


Giandra yang masih berada di tempat tidur kini hanya bisa mengacak - acak rambutnya agar dia bisa segera sadar dengan segala sesuatu yang telah dilakukan nya.


"Darah"

__ADS_1


Saat Giandra sedang merenung,tiba - tiba Giandra melihat bercak darah di atas tempat tidurnya.


"Sial,berarti semalam hal ini pertama kali untuknya,arrrrrrrh"


Rasa kesal Giandra semakin dalam saat dia menyadari gadis yang semalam dia tiduri dengan brutal ternyata masih perawan dan Giandra adalah laki - kaki pertama yang berhasil menyentuhnya.


"Tenang Giandra,kau sudah biasa melakukan hal ini kan,semua akan baik - baik saja,ya hari ini semua akan baik - baik saja"


Giandra mencoba untuk menenangkan hati dan pikirannya sendiri,entah mengapa saat ini ada perasaan bersalah hebat yang sedang melanda Giandra akibat dari apa yang telah dia lakukan,selama ini mungkin Giandra sering tidur dengan banyak nona malam,namun Giandra tidak pernah melakukan hal tersebut dengan gadis yang masih perawan.


"Baiklah,aku akan pergi ke kantor seperti biasa"


Setelah mengatakan hal tersebut Giandra beranjak dari tempat tidurnya dan langsung mandi.


Sementara itu Amanda yang saat ini sudah kembali di dalam kamarnya hanya bisa menangis dan terus menangis.


"Sakit,perih"


Amanda terus mengeluarkan perkataan tersebut sambil menangis, perlakuan Giandra yang brutal tadi malam meninggalkan rasa perih yang masih terasa disekitar organ kewanitaan nya.


"Ma,maafkan Amanda,Pak maafkan Amanda, sekarang Amanda sudah kotor satu hal yang Amanda jaga sejak dulu kini sudah hilang oleh laki - laki asing yang sudah memperkosa Amanda"

__ADS_1


Amanda menangis sambil mengatakan hal tersebut hatinya masih hancur ketika dia mengingat perlakuan Giandra kepadanya tadi malam.


__ADS_2