PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
BERPIKIR UNTUK MELEPASKAN


__ADS_3

Arrrrh, aku benci diriku!"


Giandra yang seolah - olah tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Anindita kembali mengatakan hal tersebut.


"Tetap saja Nin aku akan menjadi laki - laki yang tidak berguna untuk orang lain!"


Di tengah - tengah keputuasaan, Giandra hanya bisa mengatakan hal tersebut kepada Anindita.


"Mas, harus bersabar saat ini mas Aditya sedang mencarikan Mas Giandra donor mata untuk mas Giandra dapat melihat lagi."


Anindita yang melihat keputuasaan Giandra hanya bisa mendekatkan diri ke arah Giandra dan memeluknya dari belakang.


"Apakah aku bisa pulih seperti sediakala Nin?"


"Bisa mas, pasti bisa!"


"Bagaimana jika pada akhirnya aku tidak bisa pulih seperti sediakala? selamanya aku akan menjadi laki - laki yang cacat, tidak berguna, dan...."


"Mas, sudah selesai kah mas Giandra mengatakan hal ini kepada Anindita?"

__ADS_1


"Mas Giandra harus tau bahwa keluarga Wijaya akan melakukan segala cara untuk mas Giandra dapat pulih kembali, dan apapun itu akan kami lakukan untuk mas Giandra."


Anindita tidak kuasa lagi untuk tidak menangis kini air matanya sudah menetes dengan terus menerus ketika Anindita masih memeluk Giandra.


"Nin, apakah Amanda menghubungi mu? atau apakah kau sudah memberitahukan keadaan ku kepada Amanda?"


Deg


Pertanyaan Giandra membuat Anindita yang masih memeluk Giandra langsung terdiam.


"Nin apakah kau mendengarkan apa yang mas tanyakan?"


"Namun apa Nin?"


"Namun mbak Amanda tidak memberikan tanggapan atas kabar yang telah di terima nya, maafkan Anindita mas, Anindita sudah berusaha."


Dan di akhir kata - kata tersebut Anindita hanya mengatakan hal tersebut kepada Giandra, lidah nya kelu saat setiap kata - kata yang keluar dari mulut Anindita tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.


"Sudah biarkan saja Nin, mas sudah mencoba untuk mempertahankan mbak Amanda, jika memang hubungan mas Giandra dan Amanda sudah tidak bisa di pertahankan lagi, mas Giandra akan menceraikan dia."

__ADS_1


Deg


Kata - kata Giandra mampu membuat Anindita terdiam.


"Apakah mas Giandra tidak ingin mempertahankan mbak Amanda?"


Kali ini sungguh Anindita sangat terkejut dengan keputusan Giandra yang sangat tidak biasa, bagaimana Giandra menyerah dengan cinta nya, bagaimana Giandra tidak ingin mempertahankan cintanya lagi.


"Keadaan ku sudah seperti ini Nin, aku juga tidak ingin aku menjadi beban Amanda."


Dengan suara yang berat, dengan menarik nafasnya dalam - dalam Giandra mengatakan semua hal tersebut kepada Anindita.


Sungguh merupakan satu keputusan yang sangat berat ketika Giandra harus mengatakan hal tersebut, karena bagaimana pun di dalam lubuk hatinya yang paling terdalam Amanda masih sangat berada di dalam hatinya untuk saat ini dan selamanya.


"Baiklah, kami anggota keluarga akan berusaha untuk menghargai apapun keputusan mas Giandra, kami hanya menginginkan mas Giandra itu bahagia."


Kebahagiaan ku itu adalah Amanda Nin, namun kebahagiaan ku itu sudah hilang, hilang tanpa aku mengetahui secara pasti kenapa sampai saat ini dia pergi meninggalkan ku.


Hal tersebut yang bisa Giandra katakan di dalam hatinya saat Giandra mengingat tentang Amanda, wanita yang saat ini betul - betul sudah masuk ke dalam relung hatinya yang paling terdalam.

__ADS_1


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘


__ADS_2