PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
BERSAMA BAPAK


__ADS_3

Tidak boleh berpikir seperti itu mbak Amanda, bapak dan ibu itu kaget saja mbak"


"Kaget kenapa mbak?"


"Selama ini kan mas Giandra itu terkenal dingin dengan semua wanita,terus tiba - tiba bapak dan ibu mendapatkan kabar jika mas Giandra tinggal satu rumah dengan mbak Amanda"


"Jadi karena itu bapak dan ibu mas Giandra bersiap kepada ku mbak Anindita?"


"Ya mbak"


"Nin sini biar Ibu saja yang masak"


Seketika percakapan mereka langsung terhenti ketika Ibunda dari Giandra Wijaya masuk ke dalam dapur.


"Iya bu


"


Tanpa banyak perkataan Ibu Giandra segera mengambil tempat di samping Amanda.


"Tante biar Amanda bantu ya


"


Amanda mencoba untuk mencairkan suasana dengan mengatakan hal tersebut kepada Amanda.


"Tidak usah!"

__ADS_1


Tatapan Ibunda Giandra sangat tajam ke arah Amanda saat mengatakan hal tersebut.


"Bu,jangan begitu dong sama mbak Amanda,dia ini seperti Anindita loh bu, sekarang dia tinggal sendiri tanpa keluarga


"


Anindita mencoba untuk terus menolong Amanda.


"Ya beda dong Nin,kamu kan orang tuanya Sudah tidak ada alias meninggal,kalau dia kan orang tuanya masih ada"


Amanda langsung menundukkan wajahnya ketika Ibunda Giandra mengatakan hal tersebut.


"Ya sih bu,tapi sebenarnya keadaan mbak Amanda tidak jauh berbeda dengan Anindita bu,kalau mbak Amanda orang tua ada tapi seperti tidak memiliki orang tua,tapi jika Anindita memang betul - betul sudah tidak ada, lagipula tidak ada yang tau kita sebagai anak akan di lahir kan di dalam kondisi keluarga seperti apa bu"


Perkataan Anindita langsung membuat Ibunda Giandra terdiam.


Amanda mengatakan hal tersebut dengan perlahan, Amanda berharap jika Ibunda Giandra bisa mengerti posisinya saat ini, karena bagaimana pun juga saat ini Amanda masih membutuhkan Giandra untuk membantu kasus hukum yang saat ini sedang dihadapi nya.


"Ini potong sayur ini yah"


Tiba - tiba saja Ibunda Giandra membawa beberapa Jjenis sayur dan meminta Amanda untuk membantunya di dapur.


"Terima kasih tante"


Amanda tersenyum menerima sayur -sayur tersebut,kini Amanda yakin jika sedikit demi sedikit Ibunda dari Giandra Wijaya bisa mengerti keadaan nya saaat ini.


Sementara itu di ruang tamu Giandra sedang menemani Bapaknya untuk bermain catur.

__ADS_1


"Sudah kamu sudah kalah Giandra"


Sang Bapak tersenyum dengan kekalahan dari putranya tersebut.


"Bapak memang jagonya jika bermain catur,belum ada yang bisa mengalahkan"


Giandra tersenyum dengan perkataan yang dikatakan kepada sang Bapak.


"Maafkan Giandra ya pak jika akhir -akhir ini Giandra jarang mampir ke rumah"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil menundukkan wajahnya.


"Bapak mengerti kesibukan mu anak ku,namun ada satu hal yang ingin Bapak tanyakan kepada mu sekarang"


"Hal apa itu pak?"


"Kamu yakin tidak sedang jatuh cinta kepada wanita itu?"


"Siapa maksud Bapak? Amanda?"


"Ya iyalah Amanda,siapa lagi gadis yang kamu bawa ke rumah selain mbak Amanda"


Sang bapak tersenyum sambil mengatakan hal tersebut.


"Mana mungkin pak Giandra suka dengan Amanda,dia bukan gadis selera Giandra,di bawah Giandra"


"Nak,dulu juga bapak pernah berkata seperti itu kepada Ibu mu,namun pada akhirnya apa, sekarang bapak menikah sudah menikah dengan Ibu mu"

__ADS_1


__ADS_2