PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
MAS GIANDRA LANGSUNG PULANG?


__ADS_3

"Aku sebal padamu mas Giandra!"


Amanda mengatakan hal tersebut sambil melemparkan bantal tersebut ke lantai.


"Arrrrh Manda seharusnya kau bersikap biasa saja, tapi kenapa kau jadi begini?"


Amanda mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri ketika mengetahui bahwa hari ini tiba - tiba Diana datang ke rumah Giandra.


"Baiklah dia hanya setan wanita yanb hendak menganggu perasaan ku, sabar Manda sabar"


Dan hal tersebut yang Amanda katakan kepada dirinya sendiri untuk menghilangkan rasa yang tidak biasa yang kini mulai hinggap di hatinya.


Menjelang sore Giandra merapikan semua barang pribadinya dan bersiap kembali.


"Baiklah Rian, mungkin kau bisa bantu aku untuk Mr. Johan, karena aku sudah bertemu dengan nya dan sudah membicarakan banyak hal."


Dan setelah mengatakan beberapa hal kepada Rian, Giandra segera menutup panggilan telephone nya dan segera keluar dari kamar hotel.


"Sudah siap semuanya mas Giandra?"


Rico yang berada di pintu menanyakan kembali kepada Giandra sebelum Giandra kembali.


"Sudah, semuanya aman, ayo Edo, Rico."


Giandra mengatakan hal tersebut kepada ke dua laki - laki yang semenjak Giandra tiba di Surabaya menemani nya.


"Baiklah."

__ADS_1


Dan setelah Rico mengatakan hal tersebut Rico segera mengajak Giandra dan juga Edo meninggalkan hotel.


Rico mengemudikan mobil dan mengantarkan Giandra ke bandara.


"Senang berjumpa dengan mu mas Giandra."


"Terima kasih sudah membantu ku selama berada disini."


Giandra mengatakan hal tersebut sambil memeluk Rico dan Edo dan setelah itu Giandra perlahan mulai menghilang dari pandangan mata mereka.


Penerbangan selama kurang lebih hampir satu jam membuat Giandra kembali mendarat di kota J, dan begitu keluar dari bandara Giandra langsung di jemput oleh orang kepercayaan nya.


"Selamat malam mas Giandra."


"Malam pak Giman."


Giandra mengatakan hal tersebut sambil masuk ke dalam mobil.


"Semua baik -baik saja mas, tapi..."


Mendadak pak Giman tidak melanjutkan lagi kata - katanya.


"Tadi pagi ada tamu."


"Tamu?"


"Ya mas."

__ADS_1


"Siapa?"


"Saya mendengarkan mbak Amanda mengatakan tamu tersebut dengan sebutan setan wanita."


"Setan wanita?"


Giandra hampir tertawa terbahak -bahak mendengarkan perkataan pak Giman.


"Kenapa dia menyebut tamu itu dengan setan wanita? apakah pak Giman mengetahui nama asli tamu tersebut?"


Giandra sangat penasaran dengan hal ini, karena untuk pertama kalinya Giandra mendengarkan Amanda mengungkapkan hal tersebut.


"Kalau tidak salah namanya mbak Diana mas Giandra."


Deg


Hati Giandra seakan ingin melompat dari tempatnya, Giandra hampir melupakan nama Diana ketika sudah ada Amanda yang perlahan mulai masuk ke dalam hatinya.


"Diana pak?"


"Ya mas."


Giandra langsung terdiam dengan semua cerita pak Giman yang saat ini terus di dengarkan.


Jadi kau cemburu? hahaha lucu juga kau cemburu, baiklah aku akan memiliki aktivitas yang menarik begitu aku kembali ke rumah.


Giandra mengatakan hal tersebut di dalam hati, Giandra tersenyum sendiri dan membayangkan hal apa akan dia lakukan begitu dia sudah sampai di rumah.

__ADS_1


"Mas Giandra apakah kita akan langsung ke rumah?"


Pak Giman mengatakan hal tersebut kepada Giandra, bukan tanpa alasan pak Giman mengatakan hal tersebut, selama ini Giandra terkenal dengan laki - laki pencinta wanita malam setelah dari luar kota biasanya Giandra minta untuk di antarkan ke jalan Melati tempat madam Gretta dengan para nona malam yang di miliki nya.


__ADS_2