
Amanda mengatakan hal tersebut sambil kembali mengingat-ingat lagi apa yang telah dilakukan oleh Giandra kepadanya.
"Tidak - tidak aku tidak boleh mengingat hal itu lagi,ayo Manda kau harus bangkit"
Air mata Amanda mulai mengalir ketika dia mengingat peristiwa bagaimana Giandra merenggut mahkota nya secara paksa.
"Sudah hentikan Manda,hentikan untuk terus merasakan hal tersebut lebih lagi"
Amanda berusaha untuk tidak mengingat lagi semua perbuatan itu.
Amanda segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan badannya dengan air hangat,jahitan di pergelangan tangannya yang belum kering,membuat Amanda tidak berani untuk menyiram seluruh badannya dengan air terlebih dahulu.
"Hei wanita apakah kau sudah siap?"
Di luar Amanda mendengarkan Giandra sudah mengetuk pintu kamarnya berkali -kali,dan Amanda yang baru saja selesai mandi membiarkan Giandra berada di luar.
"Bagaimana caranya aku menganti perban ini?"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil melihat pergelangan tangannya yang harus di ganti perban.
"Hei wanita kau masih hidup kan?"
Giandra kembali mengetuk pintu kamar Amanda dan tidak mendapatkan jawaban apapun dari Amanda.
"Hei jika kau tidak menjawab ku,maka aku akan mendobrak pintu kamar ini"
Giandra kembali berteriak dengan kencang ketika Amanda belum juga membuka pintu kamarnya.
"Aduh bagaimana ini, selama perban ini belum di ganti aku tidak akan bisa berganti baju"
Amanda sangat kebingungan,saat ini dirinya hanya berbalutkan handuk putih tebal,dan masih bingung bagaimana menganti perban tersebut agar tidak infeksi.
__ADS_1
"Hei aku dobrak pintu kamar mu ini ya!"
Giandra kembali berteriak dan sebelum dia mendobrak pintu kamar tersebut tiba -tiba Amanda membuka pintu kamarnya
"Mmmaaf mas, Manda sedang mengalami kesulitan"
Mata Giandra memandang tajam ke arah Amanda karena kini Amanda membuka pintu kamar hanya berbalutkan selimut tebal.
"Kau kesulitan apa?tidak bisa pakai baju mu sendiri?
"
Giandra mengatakan hal tersebut dengan dingin ke arah Amanda.
"Bbbukan itu mas"
"Lalu apa ha?ayo cepat kita ditunggu oleh keluarga ku"
"Maaf mas,Manda tidak tau caranya menganti kan perban ini"
"Pagi ini adalah jadwal ganti perban mas,tapi Manda tidak bisa"
"Kau tidak bertanya dulu ke Dokter Aditya sebelum meninggalkan Rumah Sakit?"
Giandra mengatakan hal tersebut dengan amarah yang sebentar lagi akan meledak.
"Sudah mas,Dokter Adit juga sudah memberikan peralatan nya"
"Lalu apa masalah nya?"
"Amanda tidak berani mas Giandra"
__ADS_1
Amanda mengatakan hal tersebut sambil menundukkan kepala.
"Karena ini juga kau belum berganti baju?"
Amanda segera menganggukan kepala saat Giandra kembali bertanya.
"Astaga"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil menggeleng -gelengkan kepalanya.
"Minggir"
Amanda yang mendengarkan perkataan Giandra hanya diam.
"Aku bilang minggir!"
Amanda masih memandang tajam ke arah Giandra.
"Amanda minggir aku mau masuk ke dalam untuk membantu mu menganti perban,jika aku tetap berada disini kapan ini akan selesai ha"
Giandra semakin meledak dengan emosi -emosinya.
"Silahkan mas"
Amanda yang masih di depan pintu kamar pada akhirnya membiarkan Giandra masuk ke dalam.
"Kemari,dimana alat -alat untuk menganti perban mu itu?"
"Amanda langsung mengambil perlengkapan tersebut di meja nya dan menyerahkan perlengkapan tersebut kepada Giandra"
"Kemarilah"
__ADS_1
Giandra meminta Amanda untuk mendekat di sisi tempat tidurnya,namun Amanda hanya terdiam dan tidak mengikuti perintah dari Giandra.
"Kubilang kemari"