PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
MAAFKAN MAS


__ADS_3

"iiya mas Giandra."


Hal yang masih aneh di telingga Amanda ketika dia mendengarkan kata -kata manis Giandra membuat Amanda terbata - bata di dalam menjawab semua perkataan Giandra tersebut.


"Ayo aaaa lagi."


Dengan bertindak seperti anak kecil, Giandra meminta Amanda untuk menyuapi nya lagi.


"Ah maaf mas, ayo makan mas Giandra aaaaa."


Giandra dengan lahap menerima semua suapan dari Amanda, hatinya bahagia karena malam ini sang istri telah melayani nya dengan baik.


Selesai mereka makan, Giandra datang menghampiri Amanda yang sedang duduk di balkon kamar.


"Apa yang sedang kau pikirkan."


Tanpa persetujuan Amanda, Giandra datang dan memeluk Amanda dari belakang, mencium leher Amanda bagian belakang sehingga membuat Amanda langsung tersentak dengan tindakan Giandra tersebut.


"Ah mas, aku tidak sedang memikirkan apapun."


Amanda yang masih belum terbiasa dengan perlakuan Giandra ingin sekali melepaskan tangan Giandra yang kini sudah memeluk nya dengan erat.

__ADS_1


"Apa tidak ada hal yang ingin kau ceritakan kepada ku?"


Giandra kembali mengatakan hal tersebut sambil kembali menciumi leher bagian belakang Amanda.


"Tttidak ada mas."


Kali ini Amanda benar - benar ingin melepaskan cengkraman Giandra dari tubuh nya, Giandra seperti nya paham akan titik sensitive milik Amanda sehingga hal itu yang terus Giandra lakukan, sedangkan Amanda yang sudah mulai merasa di serang segera ingin mengendurkan pelukan dari Giandra.


"Kenapa kau menghindar?"


Giandra kembali mengatakan hal tersebut kepada Amanda karena mulai merasakan penolakan dari istrinya sendiri.


"Mas, aku, aku."


"Kenapa?"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil tangannya mulai menjelajah kepada tubuh Amanda..


"Mas, hentikan!"


Dan tanpa sadar Amanda berteriak ketika Giandra menyentuh titik sensitive nya, Giandra yang kaget langsung mengendurkan pelukannya terhadap Amanda dan dengan marah masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Amanda sadar jika ucapan dan teriakan nya membuat Giandra marah segera menyusul Giandra untuk masuk ke dalam kamar.


"Mas marah?"


Amanda duduk di samping Giandra yang wajahnya kini sudah siap untuk menyalakan kemarahan nya.


"Kenapa kau menghindar dari ku? kita sudah menikah, apa yang kita lakukan itu sudah sah dan tidak ada lagi yang perlu untuk di khawatirkan, aku ini suami mu."


Deg


Amanda langsung terdiam dengan semua hal yang telah dikatakan oleh Giandra, kini Amanda sadar bahwa sekarang dia bukanlah seorang gadis lagi, apapun yang telah terjadi, dan bagaimana pun pernikahan itu, tetap saja saat ini yang berada di samping Amanda adalah suami sah nya yang harus dia layani.


"Mas Giandra."


Dengan perlahan Amanda memanggil Giandra dan menaruh tangannya di tangan Giandra.


"Maafkan Manda yah mas, Manda belum terbiasa dengan situasi yang saat ini sudah terjadi, jujur Manda masih takut dengan mas Giandra, Manda ketakutan karena hal itu mas,, maafkan Amanda ya mas."


Dan ketika Amanda mengatakan hal tersebut, kini hati Giandra tersentak, Giandra baru sadar bahwa pemerkosaan terhadap Amanda yang membuat Amanda seperti ini.


"Maafkan mas ya, seharusnya mas yang patut untuk di salahkan dengan semua hal yang telah terjadi dengan mu, entah sudah berapa kata - kata yang tidak pantas yang mas keluarkan untuk mu."

__ADS_1


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘


__ADS_2