PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
GIANDRA KABUR


__ADS_3

Dengan tatapan menggoda Diana mengatakan hal tersebut kepada


Giandra,Diana sang nona malam kelas atas yang saat ini begitu menginginkan


Giandra dengan cara yang halus mengatakan hal tersebut perlahan ke arah Giandra.


“Aku sibuk Diana”


“Jadi sekarang mas mau aku temani kemana”


Diana mengatakan hal tersebut dengan manja kearah Giandra.


"Temani agar aku tidak kesepian"


Hal tersebut yang pada akhirnya terucap dari bibir Giandra.


"Dengan senang hati mas Giandra"


Diana mengatakan hal tersebut di telingga Giandra dan kemudian tersenyum ke arah Giandra.


"Ayo,ikut aku mas"

__ADS_1


Diana mengajak Giandra pergi ke suatu kamar hotel yang tidak jauh dari lokasi madam Gretta.


"Di tempat ini aku akan memanjakan mu dan tidak akan membuat mu merasakan kesepian lagi"


Diana mengatakan hal tersebut sambil menggandeng tangan Giandra, sedangkan Giandra hanya menatap tempat tersebut tanpa banyak berkata -kata lagi,saat ini tatapan Giandra kosong, Giandra tidak merasakan apapun saat berada di tempat ini.


"Mas ayo"


Setelah mengambil kunci kamar hotel Diana langsung mengajak Giandra untuk masuk ke dalam kamar tersebut.


"Mas pejamkan mata mas Giandra aku akan melayani mas Giandra dengan baik pada malam hari ini"


Diana mengatakan hal tersebut sambil melepaskan jas Giandra dan juga dasinya.


"Dengan senang hati mas Giandra"


Diana tersenyum dan memulai aksinya, Diana mendaratkan ciuman demi ciuman di bibir Giandra,namun Giandra sama sekali tidak membalas ciuman Diana,malam hari ini Giandra hanya terdiam seperti patung di depan satu wanita cantik yang dulu menjadi idolanya dalam memuaskan hawa nafsu.


Diana terus berusaha,namun karena Giandra sama sekali tidak merespon gerakan Diana,pada akhirnya Diana terdiam.


"Mas ada apa?"

__ADS_1


Hal tersebut yang keluar dari mulut Diana saat mendapatkan Giandra yang saat ini hanya terdiam seperti patung.


"Aku tidak apa-apa"


Dan setelah mengatakan hal tersebut Giandra segera mengambil kunci mobil dan jas,lalu keluar dari dalam kamar hotel tersebut.


Dengan setengah berlari Giandra menuju ke parkiran mobil dan masuk ke dalam mobilnya.


"Sial,kenapa pikiran ku sama sekali tidak berhenti memikirkan wanita itu,kenapa kini malah muncul wajahnya di dalam ingatan ku, arrrrrh aku benci kondisi seperti ini"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil memukul -mukul kemudinya.


"Kau harus tetap fokus mencari cinta masa kecil mu Giandra,dan bukan wanita itu cinta masa kecil mu"


Giandra mengatakan hal tersebut seperti seseorang yang saat ini sedang frustasi, Giandra mencoba untuk menyingkirkan Amanda dari dalam ingatan nya,namun semakin Giandra mencoba untuk menyingkirkan semakin kuat Giandra pads akhirnya mengingat Amanda.


"Baiklah ada baiknya aku langsung pulang saja, tenggelam di dalam air dingin mungkin akan membuat otak ku waras"


Setelah mengatakan hal tersebut Giandra segera melajukan kembali mobilnya ke arah rumah orang tua nya.


Sementara itu Diana yang kini ditinggal di kamar hotel begitu murka.

__ADS_1


"Dasar laki-laki tidak tau diri,baru kali ini ada laki-laki yang tidak memberikan aku respon ketika aku menyentuh nya,arrrrh aku benci kau mas Giandra,lihat saja aku akan membuat kau memohon-mohon kepada ku"


Diana mengatakan hal tersebut sambil menatap cermin yang berada di dal kamar mandi hotel.


__ADS_2