
Mr Johan mendekatkan pisau tersebut kepada tikus menyentuh kan logo pisau tersebut kepada tubuh tikus.
Dan tak butuh waktu lama pada akhirnya tikus tersebut mati.
Semua orang tercengang dengan semua hal yang saat ini sedang terjadi.
"Jadi logo kecil di pisau ini adalah beracun."
Semua orang yang saat ini berada di ruang sidang sungguh sangat tercengang.
"Bisa dipastikan sebelum kejadian pelaku sudah mengetahui tentang korban, dan juga masa lalu pak Surjono dengan korban, hal tersebut yang digunakan oleh korban untuk melakukan tindakan ini."
"Pelaku menaruh pisau tersebut di kamar pak Surjono karena pelaku tau konflik yang panas yang dialami oleh korban dan juga pak Surjono,logo pisau ini bisa membunuh seseorang dengan hanya menyentuh nya saja,namun kondisi orang yang menyentuh nya harus lah dengan tangan yang berkeringat, pelaku yang saat datang dan memegang pisau ini pasti lah sedang dalam keadaan berkeringat, karena jika tidak berkeringat maka racun ini tidak akan dapat terdekteksi oleh apapun juga."
Penjelasan panjang lebar Mr.Johan membuat semua orang yang berada di dalam persidangan bertepuk tangan, tidak ada yang menyangka jika logo pisau yang sangat kecil tersebut ternyata beracun.
"Apakah ada yang lainnya Mr.Johan?"
__ADS_1
Hakim mulai kembali bertanya kepada Mr. Johan.
"Tentu saja ada yang mulia."
"Ini adalah hasil dari penyelidikan racun tersebut, beberapa bahan kimia yang disalah gunakan sang pelaku bisa terdekteksi dengan alat canggih yang aku miliki."
Mr Johan menyerahkan bukti penelitian nya tersebut kepada Hakim.
"Bahan Kimia A?"
"Ya yang mulia, dan yang memiliki izin untuk penggunaan bahan Kimia A tersebut adalah Perusahaan Farmasi milik Prasetya dengan izin dari mas Prasetya maka bahan Kimia A tersebut baru bisa dikeluarkan untuk penggunaan nya."
"Mas Pras, apa yang mereka katakan tentang mu? mas Pras ayo jawab mas!"
Citra langsung berteriak histeris kepada Prasetya ketika tiba - tiba bukti mengarah kepadanya.
"Mas Prasetya jawab Citra mas!"
__ADS_1
Citra kini mulai menangis ketika Prasetya hanya terdiam saja.
"Prasetya sebaiknya anda mengakui semuanya."
Mr.Johan mengatakan hal tersebut kepada Prasetya dan sedetik kemudian Prasetya langsung berdiri di hadapan semua orang.
"Hahahaha, akhirnya terbongkar juga!"
Prasetya tertawa seperti orang gila di dalam persidangan, semua orang di dalam persidangan segera menjauh dari Prasetya.
"Yang mulia semua yang di katakan oleh tuan bangka di depan itu benar, aku adalah pembunuh nyonya Joyodiningrat yang sebenarnya, dan aku tidak menyesal melakukan hal itu."
"Mas Pras!"
Citra berteriak sangat kencang ketika mengetahui kebenaran yang telah terjadi, hatinya tidak kuasa untuk menerima setiap hal yang saat ini berada di depan matanya.
"Kau dasar kau wanita pelacur! kau tau aku adalah kekasih adik mu dan kau berani-beraninya kau menggoda ku hah?"
__ADS_1
"Aku bodoh masuk ke dalam perangkap mu, dan aku benci kepada keluarga mu, itu sebabnya aku ingin membunuh salah satu dari keluarga mu, aku mengetahui perselingkuhan nyonya Joyodiningrat dengan pak Surjono dengan tidak sengaja."
Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘