PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
JONAS DATANG


__ADS_3

Nduk kamu mending istirahat dulu, besok kita bicarakan ya, suasana lagi panas, kalau kamu terus memaksa nanti jadinya malah tidak bagus untuk Ibu dan Anindita."


Bapak pada akhirnya bersuara untuk menengahi konflik ini.


"Ya pak, Manda mengerti."


Setelah mengatakan hal tersebut Amanda langsung menatap pergi ke dua mertuanya.


"Mbak, mbak Amanda ayo kita harus cari hotsl buat kita menginap."


"Bibi saja yang pergi, Amanda mau menemani mas Giandra."


"Tapi bibi tidak akan bisa meninggalkan nona Amanda."


Amanda yang kini sudah menangis dengan perlahan pada akhirnya menghapus air matanya.


"Bibi, Manda kuat bibi duluan aja."


"Tapi non Manda bagaimana? non Manda kan sedang hamil?"

__ADS_1


"Manda kuat bi, satu hal lagi Manda mohon untuk bibi tidak mengatakan kehamilan Amanda kepada keluarga mas Giandra dulu ya bi."


"Lah kenapa? ini anak mas Giandra?"


"Sudah bi, Amanda hanya bisa mengatakan hal itu dulu sama bibi, nanti kalau Manda sudah tenang Manda pasti cerita sama bi."


Ada air mata di dalam setiap perkataan Amanda, sebenarnya bibi tidak tega jika membiarkan Amanda harus di rumah sakit sendiri tapi karena Amanda terus meminta bibi untuk pergi, pada akhirnya bibi pun meninggalkan rumah sakit tersebut.


"Ya we mbak, bibi pulang dulu."


"Hati - hati bi."


Selesai memeluk dan mengatakan hal itu kepada bibi, kini Amanda duduk sendiri di bangku panjang depan ruangan Giandra.


"Nak kita berdoa untuk bapak kamu yah, semoga keadaan nya di dalam semakin baik."


Amanda mengatakan hal tersebut sambil membelai perutnya yang masih rata.


Hawa dingin mulai masuk ke dalam tubuh hangat Amanda, rasanya Amanda ingin meninggalkan tempat duduk tersebut dan menyusul bibi ke hotel, namun setiap kali Amanda melihat pintu ruangan Giandra yang tertutup ada satu kekuatan besar Amanda untuk tetap bertahan di atas tempat duduk panjang itu.

__ADS_1


Dengan hanya beralaskan tas nya Amanda mencoba untuk berbaring di atas tempat duduk panjang di depan ruang rawat Giandra.


Amanda mencoba untuk melawan dingin nya malam untuk Giandra, Amanda mencoba menerobos dingin nya malam dengan terus berdoa di dalam hatinya untuk keselamatan Giandra.


Mas Giandra, Amanda minta maaf jika Amanda salah, tapi sungguh bukan maksud Amanda membuat mas Giandra seperti ini.


Di dalam hatinya, di tengah malam, dan di tengah isak tangis nya, Amanda mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.


Amanda siap untuk merawat mas Giandra, Amanda siap mas.


Di dalam hati Amanda kembali mengatakan hal tersebut, di dalam air matanya pada akhirnya Amanda tertidur.


Ke esokan harinya, pagi - pagi Amanda merasakan ada yang memberikan nya selimut, dengan perlahan pada akhirnya Amanda membuka ke dua mata.


"Jonas, sejak kapan kau ada disini?"


Begitu Amanda membuka mata, wajah yang pertama Amanda lihat adalah wajah Jonas.


"Ya, semalaman aku menghubungi mu dan kau sama sekali tidak mengangkat telephone mu, akhirnya aku bertanya kepada bibi dan bibi yang mengatakan keberadaan mu."

__ADS_1


"Manda, ayolah kau itu sedang hamil, aku sungguh kaget sekali ketika aku tiba di Rumah Sakit ini aku melihat mu tertidur di ata kursi panjang ini."


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘


__ADS_2